IHSG Tembus 6.000 Bisa Jadi Hanya Mimpi
Jum'at, 01 Mei 2015 - 20:50 WIB
IHSG Tembus 6.000 Bisa Jadi Hanya Mimpi
A
A
A
JAKARTA - Analis PT MNC Securities Reza Nugraha menilai, optimisme Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat tembus di level 6.000 pada akhir tahun ini bisa jadi hanya mimpi jika pemerintah tidak propasar.
"Jadi kalau kita lihat, kalau selama perkembangan kebijakan pemerintah seperti saat ini kita pesimistis. Dari saya pribadi sangat pesimistis dengan kebijakan yang ada saat ini," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (1/5/2015).
Menurut dia, pemerintah saat ini harus mengubah pola kebijakannya dalam sisa waktu enam bulan ke depan jika ingin target IHSG Jokowi dapat tercapai. Jika tidak, jangan bermimpi IHSG dapat tembus rekor 6.000 seperti yang diinginkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Ini masih ada waktu enam bulan lagi, kalau dalam waktu enam bulan (kebijakan) masih seperti saat ini, yang bisa dibilang kebijakan BBM masih kayak gini ya akan semakin susah (tembus 6.000)," tutur dia.
Reza menambahkan, saat ini baru kali pertama IHSG terhempas hingga ke level di bawah 5.100 akibat oleh tekanan dalam negeri serta kebijakan pemerintah yang tidak propasar.
"Kalau kemarin ini bursa kita penurunannya lebih karena faktor regional. Nah ini penurunan ini benar-benar dari internal. Sejauh ini, investor asing pure melihat kondisii laporan keuangan," pungkas Reza.
Sekadar informasi, IHSG pada Kamis (30/4/2015) ditutup kembali memperpanjang koreksi karena ditekan aksi jual investor asing. IHSG melemah 19,14 poin atau 0,37% ke level 5.086,42.
(Baca: Pemerintah Tak Propasar Bikin IHSG Terjungkal)
"Jadi kalau kita lihat, kalau selama perkembangan kebijakan pemerintah seperti saat ini kita pesimistis. Dari saya pribadi sangat pesimistis dengan kebijakan yang ada saat ini," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (1/5/2015).
Menurut dia, pemerintah saat ini harus mengubah pola kebijakannya dalam sisa waktu enam bulan ke depan jika ingin target IHSG Jokowi dapat tercapai. Jika tidak, jangan bermimpi IHSG dapat tembus rekor 6.000 seperti yang diinginkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Ini masih ada waktu enam bulan lagi, kalau dalam waktu enam bulan (kebijakan) masih seperti saat ini, yang bisa dibilang kebijakan BBM masih kayak gini ya akan semakin susah (tembus 6.000)," tutur dia.
Reza menambahkan, saat ini baru kali pertama IHSG terhempas hingga ke level di bawah 5.100 akibat oleh tekanan dalam negeri serta kebijakan pemerintah yang tidak propasar.
"Kalau kemarin ini bursa kita penurunannya lebih karena faktor regional. Nah ini penurunan ini benar-benar dari internal. Sejauh ini, investor asing pure melihat kondisii laporan keuangan," pungkas Reza.
Sekadar informasi, IHSG pada Kamis (30/4/2015) ditutup kembali memperpanjang koreksi karena ditekan aksi jual investor asing. IHSG melemah 19,14 poin atau 0,37% ke level 5.086,42.
(Baca: Pemerintah Tak Propasar Bikin IHSG Terjungkal)
(rna)
Lihat Juga :