Masyarakat Ekonomi ASEAN Jadi Beban Baru Bagi Buruh

Jum'at, 01 Mei 2015 - 19:24 WIB
Masyarakat Ekonomi ASEAN...
Masyarakat Ekonomi ASEAN Jadi Beban Baru Bagi Buruh
A A A
JAKARTA - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan segera berlangsung akhir tahun mendatang justru menjadi beban baru bagi buruh. Hal ini lantaran daya dukung infrastruktur di Indonesia yang tidak siap, dan membuat buruh justru dirugikan dengan adanya pasar bebas tingkat regional tersebut.

"Kalau dari buruh jelas tidak menguntungkan karena ini kan ada dipersaingkan secara regional, sementara faktor pendukungnya kalau mau saingan kan harus kuat dan kompetitif," kata Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Nasional (KSN) Ahmad Daryoko saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Dia mengungkapkan, infrastruktur di Indonesia belum siap bersaing dengan negara lain di kawasan ASEAN. Terlebih, dengan kebijakan pemerintah yang tidak propasar dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Menurutnya, naiknya harga BBM dan TDL di waktu yang hampir bersamaan justru tidak mendukung produktifitas pabrik lantaran biaya produksi (cost production) yang semakin mahal. Akibatnya, pengusaha pun menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Kan sekarang buruh wajar minta kenaikan UMP, sekarang kalau pabrik dari production cost-nya sudah mahal otomatis akan susah menaikkan UMP," imbuh dia.

Dengan meningkatnya ongkos produksi yang dikeluarkan pengusaha, sambung Daryoko, otomatis harga jual produk akan lebih mahal. Sementara gempuran barang-barang produk China yang murah akan membanjiri pasar, sehingga produk Indonesia kalah saing dengan produk China yang lebih murah.

"Pengusaha jadi susah bersaing, buruh pun naikkan UMP juga susah. Apalagi kalah bersaing nanti dengan ASEAN. Gulung tikarlah pabrik, akhirnya terjadi PHK. Indonesia cara berpikirnya ujug-ujug kapitalis, tidak memikirkan industri strategis yang kemudian mendukung ekonomi rakyat," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
9 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
9 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
9 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
10 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
10 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved