Nilai Tukar Petani April Turun 1,37%

Senin, 04 Mei 2015 - 12:06 WIB
Nilai Tukar Petani April...
Nilai Tukar Petani April Turun 1,37%
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) April 2015 mencapai 100,14%, turun 1,37% jika dibanding NTP Maret 2015 yang sebesar 101,53%. Penurunan ini terjadi di hampir semua subsektor untuk pertanian.

Kepala BPS Suryamin mengklasifikasikan untuk semua subsektor yang nyaris semuanya mengalami penurunan. Untuk tanamana pangan turun 3,44%. Hal tersebut karena harga gabah, ketela pohon, dan kedelai turun.

"Ini karena kecepatan perubahan harga hasil petani lebih cepat dibanding kecepatan harga untuk konsumsi dan harga usaha petani. Artinya, indeks harga yang diterima lebih kecil daripada indeks yang dibayar," ujar dia di gedung BPS, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Penurunan yang sama terjadi juga di subsektor hortikultura dikarenakan harga cabai yang turun sehingga untuk hortikultura turun 1,02%. Selain itu, tanaman perkebunan turun 0,40%.

"Ini karena kelapa sawit harga internasionalnya sedang turun. Harga jualnya otomatis turun. Juga Sementara untuk usaha dan konsumsi, terjadi kenaikan yang lebih cepat," jelasnya.

Pada subsektor perikanan, juga mengalami penurunan baik perikanan nelayan dan perikanan yang budidaya. Untuk perikanan nelayan turun 0,96% sedangkan untuk pembudidaya ikan turun 0,01%.

Meski kebanyakan mengalami penurunan di berbagai subsektor, namun pada subsektor peternakan, terjadi kenaikan sebesar 0,11% di semua daerah. Ini dikarenakan, peternakan sudah membaik kondisinya dibanding Maret 2015.

"Kecuali di subsektor peternakana, itu terjadi peningkatan sebesar 0,11%. Itu karena peternakan sapi dan domba yang sudah semakin membaik," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 menit yang lalu
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
1 jam yang lalu
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
10 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
10 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved