Harga BBM Penyumbang Terbesar Inflasi April

Senin, 04 Mei 2015 - 13:57 WIB
Harga BBM Penyumbang...
Harga BBM Penyumbang Terbesar Inflasi April
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi penyebab inflasi April 2015, yakni harga BBM dengan andil 0,22%. Perubahan harganya mencapai 5,68% dengan bobot hampir 4%.

"Ini kita menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia, sehingga harga premium per 28 Maret 2015 masih berimbas pada inflasi dengan kenaikan Rp500/liter," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Kedua, bawang merah dengan andil 0,06% dan bobot 0,53%. Kenaikan hganya diungkap Suryamin mencapai 11,58 %. Hal ini karena kurangnya pasokan bawang merah di beberapa daerah. Kenaikan harganya terjadi di 79 kota IHK dengan tertinggi di Meulaboh 41% dan Lhokseumawe 40%.

"Berikutnya tarif angkutan dalam kota sebesar 0,04% dengan Bobot 2,81%. Ini karena ada penyesuaian tarif kenaikan BBM dan terjadi kenaikan di 18 kota IHK. Tertinggi terjadi di Tual 33% dan Serang 32%," imbuh dia.

Keempat adalah bahan bakar rumah tangga yaitu elpiji dengan andil 0,03% dna bobot 1,83%. Kenaikannya 1,88%. Hal ini karena adanya kenaikan harga elpiji 12 kg. Kelima adalah tarif kereta api dengan andil 0,03% dan bobot 0,18%. Kenaikannya mencapai 20,94% di 21 kota IHK dengan tertinggi di Tegal 55%.

"Keenam adalah gula pasir dengan andil 0,02% dan bobot 0,45%. Kenaikan harganya mencapai 3,02%. Ini Karena menipisnya stok gula dipasaran. Terjadi kenaikan di 72 kota IHK. Tertinggi di Tegal sebesar12%," imbuhnya.

Kemudian, tarif angkutan udara juga turut memberikan dampak ke inflasi sebesar 0,02%. Hal ini karena permintaan meningkat, dan terjadi di 32 kota IHK. Tertinggi di Tanjung Pandan 23% dan Maumere 17%.

Sementara itu, faktor penghambat inflasi, lanjut Suryamin ada 2 yakni beras dan ikan segar. Beras dengan pemberian andil 0,2% dan bobot, 0,82%.

"Ini dikarenakan pasokan yang lancar dan melimpah serta suplainya yang mendukung. Penurunannya terjadi di 65 kota IHK. Tertinggi di Mataran 18% dan Depok 15%. Sementara ikan segar andilnya 0,02% dengan bobot 2,63%. Perubahan harganya 0,62%, ini dikarenakan pasokan yang cukup banyak dan hasil tangkapan yang baik sera cuaca baik yang mendukung," pungkas dia.

(Baca: BPS: Inflasi April Tercatat 0,36%)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
44 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved