BPS Sebut BI Ragu Turunkan Suku Bunga Acuan
Senin, 04 Mei 2015 - 17:30 WIB
BPS Sebut BI Ragu Turunkan Suku Bunga Acuan
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, angka inflasi inti (core inflation) yang sulit bergerak turun di bawah 5%, menyebabkan Bank Indonesia ragu-ragu menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI rate).
Menurutnya, menurunkan inflasi inti di bawah angka 5% kuncinya pada nilai valas yang harus bisa diturunkan dan rupiah yang harus menguat. Itu akan memungkinkan inflasi inti year on year (YoY) lebih kecil.
"Syukur-syukur bisa di bawah 5% (inflasi inti). Kalau begitu bisa jadi bahan BI juga untuk turunkan BI rate. Karena saya rasa BI ragu- ragu untuk turunkan BI rate, karena inflasi inti kita masih tinggi dan agak susah turun. Sekarang kan di posisi 5,04% (YoY)," ujar Sasmito di Jakarta, Senin (4/5/2015).
Dia pun mempertanyakan hasil survei BI mengenai inflasi April yang diluncurkan pada pekan ketiga. Dalam surveinya, BI memprediksi inflasi sudah mencapai 0,44% (month to month/MtoM), padahal BPS merilis inflasi di angka 0,36%.
"Itu sample dan datanya lengkap enggak (hasil survei BI)? Kalau dari BPS kan selalu melengkapi data. Seperti tadi malam kalau ada data yang masuk kita masukin. Beras turunnya terasa, minyak turun, listrik turun, bayam turun. Banyak faktor yang mungkin belum masuk, kemudian kita masukkan," pungkas dia.
Menurutnya, menurunkan inflasi inti di bawah angka 5% kuncinya pada nilai valas yang harus bisa diturunkan dan rupiah yang harus menguat. Itu akan memungkinkan inflasi inti year on year (YoY) lebih kecil.
"Syukur-syukur bisa di bawah 5% (inflasi inti). Kalau begitu bisa jadi bahan BI juga untuk turunkan BI rate. Karena saya rasa BI ragu- ragu untuk turunkan BI rate, karena inflasi inti kita masih tinggi dan agak susah turun. Sekarang kan di posisi 5,04% (YoY)," ujar Sasmito di Jakarta, Senin (4/5/2015).
Dia pun mempertanyakan hasil survei BI mengenai inflasi April yang diluncurkan pada pekan ketiga. Dalam surveinya, BI memprediksi inflasi sudah mencapai 0,44% (month to month/MtoM), padahal BPS merilis inflasi di angka 0,36%.
"Itu sample dan datanya lengkap enggak (hasil survei BI)? Kalau dari BPS kan selalu melengkapi data. Seperti tadi malam kalau ada data yang masuk kita masukin. Beras turunnya terasa, minyak turun, listrik turun, bayam turun. Banyak faktor yang mungkin belum masuk, kemudian kita masukkan," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :