Cirebon Dinilai Paling Ideal Gantikan Pelabuhan Cilamaya

Selasa, 05 Mei 2015 - 03:28 WIB
Cirebon Dinilai Paling...
Cirebon Dinilai Paling Ideal Gantikan Pelabuhan Cilamaya
A A A
JAKARTA - Di antara beberapa lokasi yang mengemuka sebagai pengganti Pelabuhan Cilamaya, seperti Bojanegara, Banten, dan Indramayu, Cirebon dianggap paling ideal.

Selain bisa menekan biaya logistik, juga mendukung pengembangan wilayah industri ke arah timur. Karena seperti diketahui, saat ini mulai dilakukan relokasi industri ke arah timur.

"Jika Cirebon dijadikan pengganti Cilamaya, maka akan mendukung pengembangan industri tersebut. Ke arah barat tetap dilayani Tanjung Priok, sedangkan arah timur oleh Cirebon," kata Peneliti dari Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Ina Primiana dalam rilisnya, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Pembagian beban tersebut juga sangat mendesak. Karena di Jawa Barat sendiri, hingga saat ini belum terdapat pelabuhan untuk kebutuhan ekspor impor. Kondisi ini tentu ironis, karena 50% industri nasional berada di Jawa Barat.

Dengan adanya relokasi industri ke arah timur, lanjut Ina, akan semakin memperjelas bahwa memang perlu distribusi beban karena Tanjung Priok yang selama ini sudah overload.

"Selain mendukung pengembangan industri ke timur, keberadaan Pelabuhan Cirebon juga bisa dan menekan biaya logistik dan menurunkan biaya perawatan jalan pantura. Tentu saja ini menguntungkan, karena jalur pantura dikenal kerap mengalami kerusakan karena harus menanggung beban yang tidak sedikit," imbuh dia.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat Cirebon dinilai paling ideal. Paling utama, karena sudah terdapat pelabuhan, sehingga untuk pembangunannya bertaraf internasional tidak perlu dimulai dari nol. Yang diperlukan hanya pengembangan dan pendalaman saja, sehingga anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

Atas pengembangan tersebut, realisasi pembangunan juga bisa dipercepat tanpa perlu menunggu hingga 2023. Selain itu, Cirebon juga didukung moda lain. Pertama akses jalan tol yang luas di Cirebon. Kedua, sudah terdapat jalur kereta api. Ketiga, akan dibangunnya bandara internasional Kertajati.

"Dengan moda pendukung tersebut, selain akses lebih lancar, biaya juga logistik juga bisa ditekan," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kang Jimat Mulai Bangun...
Kang Jimat Mulai Bangun Jalan Patimban-Cilamaya
Kerusakan DAS Cilamaya...
Kerusakan DAS Cilamaya Jadi Perhatian Serius Pemprov Jabar
Tim Khusus Tindak Tegas...
Tim Khusus Tindak Tegas Perusak Daerah Aliran Sungai Cilamaya
Tambah Kapasitas PLTS,...
Tambah Kapasitas PLTS, Pertamina NRE Dukung Pertanian di Cilamaya
24 Sekolah Dasar di...
24 Sekolah Dasar di Cilamaya Kulon Karawang Simulasi Jelang PTM
Kilang LPG Cilamaya...
Kilang LPG Cilamaya Siap Beroperasi, Perkuat Program Substitusi Impor dan Ketahanan Energi
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
28 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved