Pertumbuhan Ekonomi Nasional Mengarah ke Bawah

Rabu, 06 Mei 2015 - 07:05 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Mengarah ke Bawah
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berada di level 4,7% pada kuartal pertama 2015 membuat target tahun ini mengarah ke batas bawah. Hal ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Hendri Saparini menilai melambatnya pertumbuhan akibat pemerintah tidak melakukan pekerjaan ekonomi dengan baik. Ini terbukti dari potensi fiskal APBN yang gagal dikonversikan menjadi stimulus perekonomian.

"Potensi kita jelas di atas 5%, namun belanja pemerintah tidak dapat dimaksimalkan. Sehingga tidak ada stimulus pertumbuhan yang terjadi," ujarnya, Selasa (5/5/2015).

Dia menilai pelemahan pada kuartal pertama sesuai dengan prediksinya. Menurut Hendri mesin pendorong pertumbuhan hanya bertumpu pada belanja pemerintah. Kondisi tersebut terpaksa karena sisi investasi dan ekspor tidak bisa diharapkan.

Sebab itu, dia pesimistis kinerja pemerintah dapat mengalami perubahan dan cenderung mengarah ke batas bawah. "Prediksi kami 5,3% hingga 5,6%, tapi dengan kinerja seperti ini hanya mampu di 5,3%. Meskipun ada ruang untuk maksimal hingga 5,5%. Bahkan target minimal sekalipun juga sangat tergantung aplikasi belanja pemerintah di lapangan," terangnya.

Dia berharap ada upaya serius dari pemerintah apabila ingin mendorong pertumbuhan di kuartal berikutnya. Ini sangat ironis karena Indonesia mempunyai potensi tapi terbentur tidak ada dirigen kebijakan.

Pemerintah tidak dapat meyakinkan pelaku ekonomi hanya dari janji. Sedangkan detail rencana tidak dijabarkan. "Kita ingin ada keyakinan di pasar. Supaya ada keyakinan masyarakat. Sektor swasta masih bisa mendorong pertumbuhan hingga 5%. Ini harus diperkuat oleh kemampuan fiskal," ujarnya.

Salah satu langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah, menurut Hendri, menjelaskan rencana prioritas pada sisa tahun ini. Karena pasar tidak mengerti apa yang akan dilakukan pemerintah. Peran wapres atau menko perekonomian harusnya dapat menyampaikan dan mengkoordinasikan rencana pembangunan. Apakah pemerintah memiliki dana atau tidak?

"Namun sekarang tidak ada yang berusaha meyakinkan publik. Apa yang sudah dilakukan dan bagaimana kemungkinannya, tidak harus selalu presiden," keluhnya.

Sejalan dengan BPS, Bank Indonesia (BI) juga menjelaskan penurunan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2015 tercatat 4,71% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,02% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan, melemahnya pertumbuhan ekonomi pada periode ini sejalan dengan berbagai indikator yang dipantau oleh Bank Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. "Dan masih terdapat risiko pertumbuhan ekonomi di 2015 mengarah ke batas bawah kisaran 5,4-5,8%," ujar Tirta dalam siaran persnya.

Menurutnya pencapaian tingkat pertumbuhan tersebut akan dipengaruhi seberapa besar dan cepat realisasi berbagai proyek infrastruktur yang direncanakan pemerintah, selain konsumsi yang tetap kuat dan ekspor yang secara gradual akan membaik.

Baca: Pemerintah Tak Menduga Pertumbuhan Ekonomi Melambat
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
16 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
22 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
37 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
39 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Resign: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
43 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
44 menit yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved