Emas Global Tertekan, Harga Emas Antam Naik Lagi

Kamis, 07 Mei 2015 - 09:35 WIB
Emas Global Tertekan,...
Emas Global Tertekan, Harga Emas Antam Naik Lagi
A A A
JAKARTA - Harga jual beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini naik lagi Rp1.000/gram. Kenaikan ini di tengah harga emas global yang mengalami tekanan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (7/5/2015), harga jual emas perseroan dari Rp548.000/gram menjadi Rp549.000/gram. Sementara harga buyback emas perseroan dari Rp489.000/gram menjadi Rp490.000/gram.

Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.058.000, dengan harga per gram Rp529.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.569.000 dengan harga Rp523.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.080.000 dengan harga per gram Rp520.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.600.000 dengan harga per gram dihargai Rp520.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.150.000, dengan harga per gram Rp515.000.

Harga emas 25 gram Rp12.800.000 dengan harga per gram Rp512.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.550.000, dengan harga per gram Rp511.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.050.000, dengan harga per gram Rp510.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp127.500.000, dengan harga per gram Rp510.000.

Emas ukuran 500 gram dihargai Rp254.800.000, dengan harga per gram Rp509.600. Namun emas ukuran ini sudah habis terjual.

Sementara emas global berada di bawah tekanan pada hari ini karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas.

Spot emas sedikit berubah menjadi USD1.190,31/ons pada pukul 0050 GMT, setelah kehilangan 0,1% pada sesi sebelumnya.

Imbal hasil obligasi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah meningkat menyusul meredanya kekhawatiran deflasi dengan pulihnya harga minyak dan antisipasi naiknya suku bunga The Fed akhir tahun ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman dengan tenor 10 tahun mencapai level tertinggi tahun ini, sedangkan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) bertenor sama kembali naik ke level tertinggi dua bulan.

Gubernur Fed Janet Yellen memperingatkan bahwa penaikkan suku bunga bisa dilakukan lebih lama sebagai normalisasi kebijakan.

"Komentar Yellen menyebabkan imbal hasil obligasi bisa melonjak tajam dan terus membebani emas," tulis analis ANZ dalam catatannya seperti dilansir dari Reuters.

Emas gagal mendapatkan dorongan dari melemahnya USD, yang berada di level terendah dalam lebih dari dua bulan terhadap sejumlah mata uang utama karena mengecewakannya data ekonomi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
8 menit yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
33 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
42 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved