Keyakinan Konsumen Bulan April Melemah

Jum'at, 08 Mei 2015 - 09:00 WIB
Keyakinan Konsumen Bulan...
Keyakinan Konsumen Bulan April Melemah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengindikasi keyakinan konsumen pada bulan April 2015 melemah dibandingkan bulan sebelumnya meski masih berada pada level optimistis.

Pelemahan ini terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2015 yang turun 9,5 poin, menjadi 107,4. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, pelemahan tersebut disebabkan oleh penurunan kedua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi saat ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Indeks Kondisi Ekonomi saat ini menunjukkan bahwa keyakinan responden terhadap kondisi ekonomi April 2015 melemah dibandingkan bulan sebelumnya. ”Hal ini terindikasi dari Indeks Kondisi Ekonomi saat ini pada April 2015 sebesar 98,9, menurun 8,6 poin dari bulan sebelumnya. Pelemahan itu didorong oleh penurunan seluruh indeks pembentuknya.

Penurunan terbesar terjadi pada indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama,” ujar Tirta di Jakarta kemarin. Sedangkan, pelambatan kenaikan penghasilan konsumen dan penurunan ketersediaan lapangan kerja pada April 2015 ditengarai mendorong konsumen untuk menahan pembelian barang tahan lama.

Sementara, Indeks Ekspektasi Konsumen yang menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang juga melemah dari bulan sebelumnya. Indikasi tersebut tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen April yang turun 10,3 poin dari bulan sebelumnya menjadi 115,9.

Menurutnya, pelemahan ini didorong oleh penurunan seluruh indeks pembentuknya, dengan penurunan terbesar terjadi pada indeks ekspektasi kegiatan usaha enam bulan mendatang, diikuti oleh indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan enam bulan mendatang. ”Tetapi, faktor utama yang menyebabkan pelemahan optimisme responden terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang adalah perkiraan masih melambatnya pertumbuhan ekonomi pada enam bulan mendatang.

Kemudian, meningkatnya potensi tekanan kenaikan harga dan semakin ketatnya penyaluran kredit perbankan,” paparnya. Ekonom BII Juniman mengatakan, penurunan IKK dikarenakan adanya ekspektasi naiknya inflasi menjelang bulan puasa dan Lebaran. Selain itu, kemungkinan adanya kenaikan harga BBM lanjutan seiring naiknya harga minyak dunia.

”Itu yang membuat tekanan inflasi naik dan berdampak negatif terhadap konsumen karena begitu inflasi naik membuat daya beli konsumen turun,” kata Juniman kepada KORAN SINDO . Faktor kedua yakni adanya ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang belum meningkat. Dia menambahkan, apabila pemerintah tidak hati-hati terhadap kebijakan ekonomi dan tidak bisa memberikan stimulus serta meningkatkan kredibilitas kebijakan ekonomi, maka keyakinan konsumen masih akan terus melemah.

Kunthi fahmar sandy
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
6 Amalan Sunnah yang...
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved