Uang Beredar Tumbuh 16,3%

Sabtu, 09 Mei 2015 - 10:57 WIB
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 16,3%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan uang beredar luas (M2) pada Maret 2015 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. “Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh operasi keuangan pemerintah pusat,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, kegiatan operasi keuangan pemerintah pusat mencatat ekspansi yang tercermin pada tagihan bersih yang tumbuh 38,2% (year on year/yoy ) dari 20,1% (yoy ) pada bulan sebelumnya. Ekspansi pemerintah pusat tersebut antara lain berupa belanja subsidi dan pembayaran dana bagi hasil yang terealisasi pada Maret 2015.

Dia melanjutkan, posisi uang beredar tercatat sebesar Rp4.246,3triliun, tumbuh16,3% (yoy). Menurut dia, pertumbuhan tersebut bersumber dari komponen uang beredar sempit (M1) yang tercatat sebesar Rp957,6 triliun, atau tumbuh 12,2% (yoy ) dari 11,2% (yoy) pada Februari 2015. ”Uang kuasi tercatat sebesar Rp3.275,4 triliun pada akhir Maret 2015, tumbuh relatif stabil pada 17,6% (yoy ),” paparnya.

Sementara, simpanan masyarakat di bank atau dana pihak ketiga (DPK) pada Maret 2015 tercatat sebesar Rp4.105,2 triliun, atau tumbuh meningkat dari 15,4% (yoy) menjadi 16,3% (yoy). Di sisi lain, kredit yang disalurkan perbankan tercatat sebesar Rp3.713,7 triliun atau tumbuh 11,1% (yoy), melambat dibandingkan Februari 2015 (12 %).

Tirta menjelaskan, perlambatan pertumbuhan kredit tersebut terutama terjadi pada kredit modal kerja yang ditengarai terkait dengan masih lambatnya kinerja bisnis dan industri nasional. Ekonom Lana Soelistianingsih memandang kenaikan pertumbuhan uang beredar dipengaruhi oleh peningkatan dana pihak ketiga perbankan.

Sementara itu, penurunan kredit yang terjadi pada bulan Maret disebabkan oleh terlihatnya tanda-tanda banyak penjualan yang mengalami penurunan. ”Karena, banyak penjualan yang turun sehingga mereka melambatkan kredit. Karena, mereka tidak mau kreditnya mengalami kesulitan bayar,” kata Lana kepada KORAN SINDO . Menurut dia, sebaiknya tahun ini perbankan menggenjot kredit. Selama tidak berlebihan, kredit ini akan membantu perekonomian Indonesia.

Kunthi fahmar sandy
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
35 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk Sebut Zelensky...
Elon Musk Sebut Zelensky Juara Perampokan Uang AS Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved