SVB Kolaps Bikin Investor Cemas, Saham Perbankan Menyeret Wall Street Jatuh

Selasa, 14 Maret 2023 - 07:06 WIB
Regulator selama akhir pekan turun tangan untuk mengembalikan kepercayaan investor pada sistem perbankan, dengan mengatakan deposan SVB akan memiliki akses ke dana mereka pada hari Senin. Bagi sebagian investor, keputusan Fed minggu depan juga akan bergantung pada data inflasi yang akan dirilis minggu ini.

"Jika kita mendapatkan Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen yang sangat buruk, The Fed akan berada di posisi yang sulit atau posisi yang jauh lebih sulit bahkan di depan angka tersebut," kata Orion Advisor Solutions CIO Timothy Holland.

Data CPI akan dirilis pada hari Selasa dan PPI pada hari Rabu. Utilitas yang defensif (.SPLRCU) naik 1,54% sebagai salah satu yang berkinerja terbaik dari 11 sektor S&P utama, sementara kelompok sensitif suku bunga seperti real estat (.SPLRCR) dan teknologi (.SPLRCT) juga naik.

"Pasar sekarang mengharapkan bahwa Fed kemungkinan tidak menaikkan suku bunga bulan ini sehingga mereka dapat memasuki periode jeda," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

Saham rekanan SVB Signature Bank (SBNY.O) yang juga ditutup oleh regulator, dihentikan. Nasdaq mengatakan mereka akan tetap demikian sampai permintaan bursa untuk informasi tambahan "sepenuhnya terpenuhi."

Sementara itu Presiden AS, Joe Biden berjanji untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mengatasi ancaman terhadap sistem perbankan.

First Republic Bank (FRC.N) turun 61,83% karena berita pembiayaan baru gagal meyakinkan investor, sementara Western Alliance Bancorp (WAL.N) dan PacWest Bancorp (PACW.O) masing-masing turun 47,06% dan 21,05%. Perdagangan saham dihentikan beberapa kali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!