Ancaman Perlambatan Ekonomi Masih Ada, KSP Pede Kebutuhan Rumah Tapak Meningkat

Minggu, 14 Mei 2023 - 08:18 WIB
Krakatau Sarana Properti (KSP) optimistis, kebutuhan rumah tapak masih tinggi, meski ancaman perlambatan ekonomi belum sepenuhnya hilang. Foto/Dok
JAKARTA - Krakatau Sarana Properti (KSP) optimistis, kebutuhan rumah tapak masih tinggi, meski ancaman perlambatan ekonomi belum sepenuhnya hilang. Sementara itu Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengatasi tingginya angka kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan (backlog) rumah di Indonesia.

Baca Juga: Mengantisipasi Ekosistem Baru Perumahan



Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat backlog atau kekurangan rumah masih di angka 12,71 juta rumah. Sedangkan tiap tahun ada sekitar 600.000 – 800.000 rumah tangga baru.

“Peluncuran luxury living ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Krakatau Sarana Properti menyediakan rumah tapak kepada masyarakat. Meski ada kekhawatiran terkait perlambatan perekonomian, namun kebutuhan rumah tapak diperkirakan meningkatkan dibandingkan 2022, terutama untuk konsumen yang ingin membeli rumah pertama,” ujar Real Estate Manager Perumahan Bumi Rakata, Asri Wisnu Sasongko dalam keterangan tertulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!