Pandemi Usai, Alfamidi Siapkan Rp1,6 Triliun untuk Bangun Gerai
Rabu, 17 Mei 2023 - 16:35 WIB
"Potensi pasar sesungguhnya memang besar di Indonesia barat ya tapi secara total pemainnya kecil. Pemain masih berpeluang besar di Indonesia timur," kata General Manager MIDI Heru Sarwono.
Sepanjang 2022, MIDI tercatat membuka 129 gerai baru Alfamidi, 9 gerai Alfamidi Super, 3 gerai Midi Fresh, dan 127 gerai Lawson. Hingga 31 Maret 2023 penambahan gerai masih didominasi Lawson sebanyak 131 gerai, disusul 14 gerai Alfamidi, 4 Alfamidi Super, dan 1 Midi Fresh.
"Lawson ini kan masih berkembang, khususnya di Jawa, Sumatera belum, kita masih berkonsentrasi di Jawa," tandas Heru.
Suantopo melanjutkan, di tahun ini MIDI mengincar pertumbuhan laba dan pendapatan double digit di akhir tahun 2023. Hingga kuartal I 2023, perseroan mengantongi laba Rp117,51 miliar dan pendapatan sebesar Rp4,04 triliun.
“Memang targetnya tidak sebesar pertumbuhan tahun lalu, tapi kami optimistis dengan tahun ini karena pandemi sudah mulai melandai,” jelasnya.
Tahun 2022 lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan ditopang oleh pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Laba perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 47,91%, sementara pendapatan MIDI tumbuh 15,01%.
Sepanjang 2022, MIDI tercatat membuka 129 gerai baru Alfamidi, 9 gerai Alfamidi Super, 3 gerai Midi Fresh, dan 127 gerai Lawson. Hingga 31 Maret 2023 penambahan gerai masih didominasi Lawson sebanyak 131 gerai, disusul 14 gerai Alfamidi, 4 Alfamidi Super, dan 1 Midi Fresh.
"Lawson ini kan masih berkembang, khususnya di Jawa, Sumatera belum, kita masih berkonsentrasi di Jawa," tandas Heru.
Suantopo melanjutkan, di tahun ini MIDI mengincar pertumbuhan laba dan pendapatan double digit di akhir tahun 2023. Hingga kuartal I 2023, perseroan mengantongi laba Rp117,51 miliar dan pendapatan sebesar Rp4,04 triliun.
“Memang targetnya tidak sebesar pertumbuhan tahun lalu, tapi kami optimistis dengan tahun ini karena pandemi sudah mulai melandai,” jelasnya.
Tahun 2022 lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan ditopang oleh pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Laba perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 47,91%, sementara pendapatan MIDI tumbuh 15,01%.
Lihat Juga :