Dapat Pendampingan Kemenperin, IKM di Kalsel Sukses Olah Cabai Rawit Hiyung jadi 8 Produk
Sabtu, 03 Juni 2023 - 23:24 WIB
Hal itu terjadi karena cabai rawit Hiyung Tapin dianggap sebagai varietas unik yang dapat dikembangkan dan diolah menjadi berbagai produk. Komoditas ini juga telah terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis Indonesia pada tahun 2020.
Namun, selama ini banyak petani dan pelaku IKM di Tapin terbiasa hanya menjual cabai segar dan abon cabai. Padahal, cabai Hiyung bisa diolah menjadi aneka produk seperti sambal, bubuk cabai kering, minyak cabai, saus, dan sebagainya.
“Selama empat hari pendampingan, kami berhasil mengolah cabai Hiyung menjadi delapan produk,” ungkap Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi.
Baca juga: Mengapa Lidah Orang Bule Cenderung Tidak Suka Makanan Pedas? Begini Penjelasannya
Selain itu, terdapat banyak komoditas hortikultura yang mempunyai nilai tinggi dalam bentuk segar, namun saat pasca panen komoditas tersebut cepat rusak, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menjaga kualitas produk, salah satunya cabai rawit Hiyung.
Namun, selama ini banyak petani dan pelaku IKM di Tapin terbiasa hanya menjual cabai segar dan abon cabai. Padahal, cabai Hiyung bisa diolah menjadi aneka produk seperti sambal, bubuk cabai kering, minyak cabai, saus, dan sebagainya.
“Selama empat hari pendampingan, kami berhasil mengolah cabai Hiyung menjadi delapan produk,” ungkap Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi.
Baca juga: Mengapa Lidah Orang Bule Cenderung Tidak Suka Makanan Pedas? Begini Penjelasannya
Selain itu, terdapat banyak komoditas hortikultura yang mempunyai nilai tinggi dalam bentuk segar, namun saat pasca panen komoditas tersebut cepat rusak, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menjaga kualitas produk, salah satunya cabai rawit Hiyung.
Lihat Juga :