Upaya Menekan Risiko Serangan Siber di Industri Keuangan
Kamis, 08 Juni 2023 - 17:22 WIB
Menurut dia, forum ini juga turut menghadirkan perwakilan dari Crowe Global, praktisi berskala internasional untuk berbagi perspektif dan berpengalaman selama lebih dari 11 tahun mengevaluasi keamanan siber di berbagai institusi keuangan di Indonesia.
“Risiko siber adalah risiko yang sangat dinamis. Tantangan organisasi ke depan lebih ke arah optimalisasi sumber daya terbatas atau mahal agar efektif dan efisien dalam melindungi aset atau layanan yang paling bernilai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua OJK periode 2017 – 2022 Wimboh Santoso mengatakan, risiko siber tidak mudah dan selalu berevolusi secara dinamis, berbeda dengan risiko lain di industri jasa keuangan. Untuk meminimalisasi risiko siber perlu kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Inilah Alasan Ukraina Menolak Proposal Damai dari Indonesia
"Baik nasabah, pelaku jasa keuangan maupun pihak ketiga harus selalu waspada dalam menjaga transaksi, menjalankan edukasi dan sosialisasi," pungkas Wimboh.
“Risiko siber adalah risiko yang sangat dinamis. Tantangan organisasi ke depan lebih ke arah optimalisasi sumber daya terbatas atau mahal agar efektif dan efisien dalam melindungi aset atau layanan yang paling bernilai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua OJK periode 2017 – 2022 Wimboh Santoso mengatakan, risiko siber tidak mudah dan selalu berevolusi secara dinamis, berbeda dengan risiko lain di industri jasa keuangan. Untuk meminimalisasi risiko siber perlu kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Inilah Alasan Ukraina Menolak Proposal Damai dari Indonesia
"Baik nasabah, pelaku jasa keuangan maupun pihak ketiga harus selalu waspada dalam menjaga transaksi, menjalankan edukasi dan sosialisasi," pungkas Wimboh.
(uka)
Lihat Juga :