Belajar dan Berinovasi, Jurus UMKM Tetap Cuan saat Pandemi
Minggu, 16 Juli 2023 - 19:50 WIB
“Sambal telur asin ini produk yang lahir karena pandemi dan kami juga dapat penghargaan dari ibu Khofifah (Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa) sebagai UKM yang bertahan di masa pandemi,” ucap Founder CV Sabiq Bejo itu.
Selain melakukan inovasi produk, saat pandemi Ainur juga mengadopsi cara jualan online, di mana konsumen bisa memesan melalui Whatsapp maupun marketplace. “Jadi, saat pandemi omzet kami malah naik 40% karena jualan lewat online dan juga penambahan varian produk,” tuturnya seraya menyebut omzet usahanya saat ini di kisaran Rp38-50 juta per bulan.
“Jadi, tipsnya supaya bisnis bisa bertahan itu selalu belajar dan berinovasi, termasuk adopsi digital. Selain itu, jalin kemitraan, misalnya kami dengan toko oleh-oleh,” saran wanita berjilbab itu.
Resep hampir serupa juga diterapkan Aina Susanti, pelaku UMKM kuliner Mee Kwah Tauco. Menurut Aina, produk mi miliknya itu juga lahir berkat inovasi yang dilakukan semasa pandemi.
“Inovasi produk dari kuah tauco tapi menggunakan mi instan gluten free dan ini memberikan pilihan selain mi instan biasa. Bahkan, akhirnya kita bisa ekspor,” tuturnya.
Aina juga menekankan pentingnya membangun jejaring dengan sesama rekan pelaku UMKM lainnya. Salah satunya melalui ajang Pesta Rakyat Simpedes (PRS) yang rutin digelar PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI.
“Saat PRS 2022 kami sudah ikut, punya boot ramai, bertemu banyak teman-teman UMKM, dari situ kami mulai bermitra,” ungkapnya.
Selain melakukan inovasi produk, saat pandemi Ainur juga mengadopsi cara jualan online, di mana konsumen bisa memesan melalui Whatsapp maupun marketplace. “Jadi, saat pandemi omzet kami malah naik 40% karena jualan lewat online dan juga penambahan varian produk,” tuturnya seraya menyebut omzet usahanya saat ini di kisaran Rp38-50 juta per bulan.
“Jadi, tipsnya supaya bisnis bisa bertahan itu selalu belajar dan berinovasi, termasuk adopsi digital. Selain itu, jalin kemitraan, misalnya kami dengan toko oleh-oleh,” saran wanita berjilbab itu.
Resep hampir serupa juga diterapkan Aina Susanti, pelaku UMKM kuliner Mee Kwah Tauco. Menurut Aina, produk mi miliknya itu juga lahir berkat inovasi yang dilakukan semasa pandemi.
“Inovasi produk dari kuah tauco tapi menggunakan mi instan gluten free dan ini memberikan pilihan selain mi instan biasa. Bahkan, akhirnya kita bisa ekspor,” tuturnya.
Aina juga menekankan pentingnya membangun jejaring dengan sesama rekan pelaku UMKM lainnya. Salah satunya melalui ajang Pesta Rakyat Simpedes (PRS) yang rutin digelar PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI.
“Saat PRS 2022 kami sudah ikut, punya boot ramai, bertemu banyak teman-teman UMKM, dari situ kami mulai bermitra,” ungkapnya.
Lihat Juga :