Jokowi Anggarkan Rp422,7 Triliun untuk Infrastruktur dan IKN Nusantara
Rabu, 16 Agustus 2023 - 16:25 WIB
Pembangunan IKN Nusantara akan menggunakan anggaran infrastruktur. Foto/Antara
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan, pada 2024 pemerintah mengalokasikan APBN sebesar Rp422,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ekonomi.
Baca juga: Naik, Jokowi Siapkan Anggaran Pendidikan Rp660 Triliun
Presiden Jokowi menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan pelayanan dasar, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas.
"Untuk mendorong produktivitas, mobilitas dan konektivitas, serta pemerataan yang berkeadilan, anggaran infrastruktur dialokasikan Rp422,7 triliun," ujar Presiden saat membacakan Pengantar RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Komplek Parlemen, Rabu (16/8/2023).
Di samping itu pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan lewat pembangunan bendungan guna menjaga ketersediaan air baku, pembangunan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier untuk peninjauan produktivitas pertanian.
"Penyediaan infrastruktur di bidang energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan; pemerataan akses teknologi Informasi dan komunikasi," kata Jokowi.
Baca juga: Naik, Jokowi Siapkan Anggaran Pendidikan Rp660 Triliun
Presiden Jokowi menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan pelayanan dasar, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas.
"Untuk mendorong produktivitas, mobilitas dan konektivitas, serta pemerataan yang berkeadilan, anggaran infrastruktur dialokasikan Rp422,7 triliun," ujar Presiden saat membacakan Pengantar RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Komplek Parlemen, Rabu (16/8/2023).
Di samping itu pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan lewat pembangunan bendungan guna menjaga ketersediaan air baku, pembangunan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier untuk peninjauan produktivitas pertanian.
"Penyediaan infrastruktur di bidang energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan; pemerataan akses teknologi Informasi dan komunikasi," kata Jokowi.
Lihat Juga :