Beras Indonesia Mayoritas Impor, Dari Petani Lokal hanya 206 Ribu Ton
Senin, 21 Agustus 2023 - 13:11 WIB
Beras Indonesia mayoritas dari impor dengan serapan petani sangat rendah. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Pengamat pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas mengatakan stok beras Indonesia mayoritas dari impor. Sedangkan serapan beras dari petani lokal masih tergolong rendah. Berdasarkan laporan, stok beras Bulog per 18 Agustus 2023 sebanyak 1,3 juta ton dengan serapan petani lokal sekitar 206 ribu ton.
"Data Bulog terakhir per 18 Agustus, stok mencapai 1,3 juta ton dengan serapan dalam negeri 206 ribu ton. Sehingga saat ini stok Bulog didominasi impor," kata Dwi Andreas, Senin (21/8/2023).
Adapun pengadaan beras impor tersebut mempertimbangkan masalah harga yang lebih murah. Tujuan dari pencadangan stok untuk menstabilisasi harga beras di pasar sehingga ketika harga beras sedang naik maka pemerintah bisa membanjiri pasar dengan beras impor.
Baca Juga: Duh! Harga Beras Dunia Dekati Level Tertinggi dalam 15 Tahun
Di sisi lain, pemerintah sempat mendiskusikan kepada Jaringan Tani soal penetapan HPP (Harga Pokok Produksi) beras. Jaringan tani mengusulkan HPP beras sekitar Rp5.400 - Rp5.800, namun yang disetujui oleh Pemerintah sebesar Rp5.000 per kg.
"Jadi yang impor dari luar negeri itu 638 ribu, lalu ada impor yang masih berada di mitra itu sebesar 401 ribu, jadi impor sudah lebih dari 1,5 juta ton, karena yang sudah didistribusikan 640 ribu," kata Dwi Andreas.
"Data Bulog terakhir per 18 Agustus, stok mencapai 1,3 juta ton dengan serapan dalam negeri 206 ribu ton. Sehingga saat ini stok Bulog didominasi impor," kata Dwi Andreas, Senin (21/8/2023).
Adapun pengadaan beras impor tersebut mempertimbangkan masalah harga yang lebih murah. Tujuan dari pencadangan stok untuk menstabilisasi harga beras di pasar sehingga ketika harga beras sedang naik maka pemerintah bisa membanjiri pasar dengan beras impor.
Baca Juga: Duh! Harga Beras Dunia Dekati Level Tertinggi dalam 15 Tahun
Di sisi lain, pemerintah sempat mendiskusikan kepada Jaringan Tani soal penetapan HPP (Harga Pokok Produksi) beras. Jaringan tani mengusulkan HPP beras sekitar Rp5.400 - Rp5.800, namun yang disetujui oleh Pemerintah sebesar Rp5.000 per kg.
"Jadi yang impor dari luar negeri itu 638 ribu, lalu ada impor yang masih berada di mitra itu sebesar 401 ribu, jadi impor sudah lebih dari 1,5 juta ton, karena yang sudah didistribusikan 640 ribu," kata Dwi Andreas.
Lihat Juga :