Perusahaan Minyak Terbesar Dunia 2023, Peringkat Teratas Jadi Mesin Uang Kerajaan
Sabtu, 02 September 2023 - 09:00 WIB
Banyak keuntungan yang diperoleh Aramco minimal USD75 miliar per tahun disedot kerajaan Arab Saudi untuk mendanai operasi-operasi pemerintah, dan megaproyek-megaproyek mewah yang disponsori oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto berusia 37 tahun yang populer dengan sebutan MBS.
Pangeran MBS mendukung IPO Aramco pada 2019, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar USD29 miliar hanya dengan kepemilikan saham sebesar 1,5% dan melambungkan perusahaan ini ke dalam daftar Forbes Global 2000 , yang hanya mencakup perusahaan-perusahaan publik. Adapun peringkat didasarkan pada skor gabungan dari penjualan, laba, kapitalisasi pasar, dan nilai aset.
Pemerintah masih memiliki sekitar 90% saham Aramco, dengan 8% lainnya dipegang oleh Saudi Sovereign Wealth Fund dan dana yang sama menggabungkan perusahaan rintisan golfnya, LIV Golf, dengan PGA.
Saham publik Aramco yang kecil membuat beberapa orang meragukan keaslian kapitalisasi pasar sebesar USD2,1 triliun. Sementara, kapitalisasi pasar ExxonMobil adalah USD440 miliar. Aramco, yang dipimpin oleh CEO Amin Nasser, mungkin memang layak mendapatkan valuasi premium, karena tidak harus bermain dengan aturan yang sama dengan perusahaan-perusahaan minyak raksasa lainnya.
Di Arab Saudi, perusahaan ini menikmati monopoli, sementara di dunia internasional, koneksi politik Aramco membuatnya memiliki akses yang lebih baik ke proyek-proyek strategis yang penting. Baru tahun ini, Aramco menginvestasikan USD3,6 miliar di China dengan Rongsheng Petrochemical milik miliarder Li Shuirong untuk membangun pabrik yang akan menggunakan 500.000 barel per hari minyak mentah Arab Saudi.
Pangeran MBS mendukung IPO Aramco pada 2019, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar USD29 miliar hanya dengan kepemilikan saham sebesar 1,5% dan melambungkan perusahaan ini ke dalam daftar Forbes Global 2000 , yang hanya mencakup perusahaan-perusahaan publik. Adapun peringkat didasarkan pada skor gabungan dari penjualan, laba, kapitalisasi pasar, dan nilai aset.
Pemerintah masih memiliki sekitar 90% saham Aramco, dengan 8% lainnya dipegang oleh Saudi Sovereign Wealth Fund dan dana yang sama menggabungkan perusahaan rintisan golfnya, LIV Golf, dengan PGA.
Saham publik Aramco yang kecil membuat beberapa orang meragukan keaslian kapitalisasi pasar sebesar USD2,1 triliun. Sementara, kapitalisasi pasar ExxonMobil adalah USD440 miliar. Aramco, yang dipimpin oleh CEO Amin Nasser, mungkin memang layak mendapatkan valuasi premium, karena tidak harus bermain dengan aturan yang sama dengan perusahaan-perusahaan minyak raksasa lainnya.
Di Arab Saudi, perusahaan ini menikmati monopoli, sementara di dunia internasional, koneksi politik Aramco membuatnya memiliki akses yang lebih baik ke proyek-proyek strategis yang penting. Baru tahun ini, Aramco menginvestasikan USD3,6 miliar di China dengan Rongsheng Petrochemical milik miliarder Li Shuirong untuk membangun pabrik yang akan menggunakan 500.000 barel per hari minyak mentah Arab Saudi.
Lihat Juga :