Bos Wijaya Karya Ungkap Keuangan Berdarah-darah Selama 4 Tahun
Selasa, 19 September 2023 - 21:06 WIB
PT Wijaya Karya Tbk melaporkan kondisi keuangan perusahaan selama empat tahun. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Struktur keuangan PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA ‘berdarah-darah’ sejak 2020 hingga semester I-2023. Hal ini disampaikan langsung Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, kepada Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat (RDP).
Dia mencatat perlunya penyehatan keuangan emiten konstruksi pelat merah itu. Pasalnya kinerja keuangan WIKA terus memburuk selama empat tahun berturut-turut atau periode 2020-2023. Indikator dari permasalahan keuangan itu dilihat dari tren Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA).
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan PT Wijaya Karya
Agung memaparkan sejak pada 2020 EBITDA perusahaan turun menjadi Rp 2,4 triliun dan Rp 2,094 triliun pada 2021. Performa keuangan tetap memburuk di tahun berikutnya dengan membukukan EBITDA sebesar Rp 2,4 triliun.
Bahkan, mencerminkan atas arus kas dari aktivitas perusahaan ini berada di posisi Rp 558 miliar pada semester I/2023. Akibatnya, cash ratio WIKA cukup buruk atau berada di posisi 5,32 persen.
"Pada 2020-2021 EBITDA kami turun menjadi Rp 2,4 triliun pada 2020, dan Rp 2,094 triliun pada 2021, dan turun tajam pada 2022 pasca pandemi menjadi Rp 2,4 triliun, dan sekarang di semester I-2023 Rp 558 miliar," ujar Agung di Gedung DPR, Selasa (19/9/2023).
Dia mencatat perlunya penyehatan keuangan emiten konstruksi pelat merah itu. Pasalnya kinerja keuangan WIKA terus memburuk selama empat tahun berturut-turut atau periode 2020-2023. Indikator dari permasalahan keuangan itu dilihat dari tren Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA).
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan PT Wijaya Karya
Agung memaparkan sejak pada 2020 EBITDA perusahaan turun menjadi Rp 2,4 triliun dan Rp 2,094 triliun pada 2021. Performa keuangan tetap memburuk di tahun berikutnya dengan membukukan EBITDA sebesar Rp 2,4 triliun.
Bahkan, mencerminkan atas arus kas dari aktivitas perusahaan ini berada di posisi Rp 558 miliar pada semester I/2023. Akibatnya, cash ratio WIKA cukup buruk atau berada di posisi 5,32 persen.
"Pada 2020-2021 EBITDA kami turun menjadi Rp 2,4 triliun pada 2020, dan Rp 2,094 triliun pada 2021, dan turun tajam pada 2022 pasca pandemi menjadi Rp 2,4 triliun, dan sekarang di semester I-2023 Rp 558 miliar," ujar Agung di Gedung DPR, Selasa (19/9/2023).
Lihat Juga :