Mesin Industri Logistik Mati 90%, Panasinnya Lama Jika PSBB Lagi
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:36 WIB
Dia menyebut, pandemi ini memaksa setiap orang untuk membatasi aktivitasnya, sehingga dunia usaha logistik pun mengalami dampak negatif. Sebab, selama ini sektor perekonomian di Indonesia masih ditopang dari usaha offline. Foto/Dok
JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat beberapa daerah di Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Akibatnya, sejumlah aktivitas dunia usaha cukup terkena imbas dari adanya kebijakan PSBB. Salah satunya, yaitu sektor industri logistik yang mana mengalami penurunan permintaan antara 60 hingga 90%.
“Kalau persentase (penurunan), kami sepakat dengan dari beberapa asosiasi, antara 60-90 persen penurunan permintaannya,” kata Sekjen Indonesia Multimodal Transport Association Kyatmaja Lookman dalam acara Market Review di IDX Channel, Senin (3/8/2020).
(Baca Juga: Kemenhub Bahas Penguatan Sistem Transportasi dan Logistik di Kawasan ASEAN-China )
Dia menyebut, pandemi ini memaksa setiap orang untuk membatasi aktivitasnya, sehingga dunia usaha logistik pun mengalami dampak negatif. Sebab, selama ini sektor perekonomian di Indonesia masih ditopang dari usaha offline, yang membutuhkan interaksi manusia dalam skala besar.
“Ketika ini berdampak, maka secara otomatis berdampak kegiatan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.
Sambung dia menjelaskan, agar roda kegiatan usaha logistik dapat terus berjalan maksimal, maka beberapa pengusaha mengambil langkah seperti mengurangi karyawan, menegosiasikan pembayaran cicilan kendaraan. Karena, pembayaran kredit kendaraan itu merupakan beban yang paling berat bagi para pengusaha di sektor logistik.
“Kalau persentase (penurunan), kami sepakat dengan dari beberapa asosiasi, antara 60-90 persen penurunan permintaannya,” kata Sekjen Indonesia Multimodal Transport Association Kyatmaja Lookman dalam acara Market Review di IDX Channel, Senin (3/8/2020).
(Baca Juga: Kemenhub Bahas Penguatan Sistem Transportasi dan Logistik di Kawasan ASEAN-China )
Dia menyebut, pandemi ini memaksa setiap orang untuk membatasi aktivitasnya, sehingga dunia usaha logistik pun mengalami dampak negatif. Sebab, selama ini sektor perekonomian di Indonesia masih ditopang dari usaha offline, yang membutuhkan interaksi manusia dalam skala besar.
“Ketika ini berdampak, maka secara otomatis berdampak kegiatan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.
Sambung dia menjelaskan, agar roda kegiatan usaha logistik dapat terus berjalan maksimal, maka beberapa pengusaha mengambil langkah seperti mengurangi karyawan, menegosiasikan pembayaran cicilan kendaraan. Karena, pembayaran kredit kendaraan itu merupakan beban yang paling berat bagi para pengusaha di sektor logistik.
Lihat Juga :