Terungkap! Hamas Diduga Gunakan Siasat Canggih untuk Dapatkan Pendanaan

Senin, 16 Oktober 2023 - 20:23 WIB
Pada tahun lalu, Hamas telah membentuk jaringan rahasia perusahaan yang mengelola investasi senilai USD500 juta di perusahaan-perusahaan mulai dari Turki hingga Arab Saudi, kata Departemen Keuangan AS, yang mengumumkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan tersebut pada Mei 2022.

Qatar yang kaya akan gas juga telah membayar ratusan juta dolar ke Gaza sejak tahun 2014, bahkan menghabiskan USD30 juta per bulan untuk membantu mengoperasikan satu-satunya pembangkit listrik di wilayah tersebut dan untuk mendukung keluarga yang membutuhkan serta pegawai negeri di pemerintahan yang dikelola Hamas.

“Bantuan Qatar memberikan USD100 dolar kepada keluarga-keluarga termiskin di Palestina dan memperpanjang masa pakai listrik selama satu hari di Gaza,” kata seorang pejabat Qatar saat menanggapi permintaan komentar pemerintah, seraya menambahkan bahwa bantuan tersebut telah membantu “menjaga stabilitas dan kualitas hidup warga Palestina.”

Qatar menerapkan kebijakan luar negeri yang ketat, dengan menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu, Taliban, dan kelompok lain, yang sering kali mengizinkan Qatar untuk menjadi penengah.

Baca juga: Toyota Hadirkan Mobil Konsep Van Baru, Terlihat Liar, Aneh, dan Futuristik

Stephen Reimer dari lembaga think tank, Royal United Services Institute, memperkirakan upaya baru untuk sepenuhnya membatasi akses kelompok tersebut terhadap saluran keuangan formal akan memiliki keberhasilan yang terbatas. "Taktik pendanaan mereka telah berkembang untuk menghindari hal ini."
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!