Program Pesona Subang, Ubah Limbah Daun Nanas Jadi Serat Kain Bernilai Tinggi
Minggu, 05 November 2023 - 00:39 WIB
Namun, ketertarikan rupanya tak hanya datang dari pembeli. PT Pertamina EP (PEP) Subang Field yang memiliki komitmen untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap masyarakat di sekitar area operasi, tertarik untuk bekerja sama. Setelah melakukan pemetaan sosial, pada 2020 PEP Subang Field bersinergi mendukung usaha Alan beserta kelompoknya sebagai bagian dari corporate social responsibility yang mengetengahkan prinsip pemberdayaan masyarakat.
Dari sinergi tersebut dibentuk program PESONA SUBANG yang merupakan akronim dari Pemanfaatan Serat Olahan Daun Nanas Subang, dengan kelompoknya bernama Pinlefi yang berasal dari singkatan Pineapple Leaf Fiber. Beranggotakan 28 orang, kelompok ini tak hanya memproduksi serat daun nanas, namun juga menghasilkan beragam bentuk kerajinan dari serat nanas dengan konsep eco-fashion bernilai tinggi.
"Sinergi dengan kelompok Pinlefi dalam program PESONA SUBANG ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi dampak kerusakan lingkungan, dan mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," jelas Senior Manager PEP Subang Field Ndirga Andri Sisworo.
Jangkauan program ini tak terbatas hanya pada serat daun nanas dan olahannya. Sisa proses pun ternyata masih dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan pakan ternak dan bubur kertas, sehingga tak menyisakan limbah, alias zero waste.
Efek pemberdayaan yang timbul juga ternyata cukup luas. Tak hanya kelompok Pinlefi, mulai dari petani hingga warga di sekitar tempat produksi bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Petani kini menjual limbah daun nanas ke kelompok tersebut sebagai bahan baku. Sementara para pemuda dan ibu-ibu desa setempat, sebagian diberdayakan untuk mendukung proses produksi.
Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Jutaan Orang Akan Padati Monas
Untuk diketahui, kelompok ini sukses menjual serat daun nanas tak hanya di pasar domestik, namun juga ekspor dengan harga jual serat berkisar antara Rp150-250 ribu per kg. Kelompok ini bahkan pernah mengekspor serat produksinya ke Singapura. Sementara, produk kerajinan fashion berbasis serat nanas dibanderol ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tak heran jika tahun lalu kelompok ini mampu meraih omzet hingga Rp154.275.000.
Dari sinergi tersebut dibentuk program PESONA SUBANG yang merupakan akronim dari Pemanfaatan Serat Olahan Daun Nanas Subang, dengan kelompoknya bernama Pinlefi yang berasal dari singkatan Pineapple Leaf Fiber. Beranggotakan 28 orang, kelompok ini tak hanya memproduksi serat daun nanas, namun juga menghasilkan beragam bentuk kerajinan dari serat nanas dengan konsep eco-fashion bernilai tinggi.
"Sinergi dengan kelompok Pinlefi dalam program PESONA SUBANG ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi dampak kerusakan lingkungan, dan mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," jelas Senior Manager PEP Subang Field Ndirga Andri Sisworo.
Jangkauan program ini tak terbatas hanya pada serat daun nanas dan olahannya. Sisa proses pun ternyata masih dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan pakan ternak dan bubur kertas, sehingga tak menyisakan limbah, alias zero waste.
Efek pemberdayaan yang timbul juga ternyata cukup luas. Tak hanya kelompok Pinlefi, mulai dari petani hingga warga di sekitar tempat produksi bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Petani kini menjual limbah daun nanas ke kelompok tersebut sebagai bahan baku. Sementara para pemuda dan ibu-ibu desa setempat, sebagian diberdayakan untuk mendukung proses produksi.
Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Jutaan Orang Akan Padati Monas
Untuk diketahui, kelompok ini sukses menjual serat daun nanas tak hanya di pasar domestik, namun juga ekspor dengan harga jual serat berkisar antara Rp150-250 ribu per kg. Kelompok ini bahkan pernah mengekspor serat produksinya ke Singapura. Sementara, produk kerajinan fashion berbasis serat nanas dibanderol ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tak heran jika tahun lalu kelompok ini mampu meraih omzet hingga Rp154.275.000.
Lihat Juga :