Israel Bangkrut, Perang di Gaza Kuras Mesin Uang Netanyahu hingga Rp800 Triliun
Kamis, 23 November 2023 - 17:33 WIB
Mesin uang pemerintah Israel ambruk menjadi tumbal perang di Gaza. FOTO/Reuters
JAKARTA - Mesin uang pemerintah Israel ambruk menjadi tumbal perang di Gaza. Akibatnya enam kementerian Israel ditutup. Hanya sebulan melawan Hamas, biaya perang kabinet Netanyahu telah menyentuh lebih USD51,3 miliar atau setara Rp800 triliun sehingga menyulitkan pemerintahan.
Enam kementerian Israel tersebut ditutup demi menekan kerugian akibat perang di Gaza. Mengutip 4Maze di Instagram dari The Jerusalem Post Kamis (23/11/2023), sejumlah kementerian Israel yang akan tutup adalah Kementerian Urusan Diaspora, Kementerian Urusan Yerusalem, Kementerian Warisan Budaya, Kementerian Pemukiman dan Misi Nasional, Kementerian Kooperasi Regional, dan Kementerian Kesetaraan Sosial.
Baca Juga: Perang Gaza Bikin Tekor, Israel Pertimbangkan Tutup 6 Kementerian
Berdasarkan laporan Iran Pers News Agency, desakan penutupan kementerian tersebut datang dari menteri keuangan Isarel karena biaya perang yang mahal di Gaza. Sebagaimana laporan media Israel, Bezalel Smotrich menyerukan penutupan 6 kementerian karena kebutuhan untuk mengatur prioritas ekonomi dan sosial baru di bawah bayang-bayang perang di Gaza.
Enam kementerian Israel tersebut ditutup demi menekan kerugian akibat perang di Gaza. Mengutip 4Maze di Instagram dari The Jerusalem Post Kamis (23/11/2023), sejumlah kementerian Israel yang akan tutup adalah Kementerian Urusan Diaspora, Kementerian Urusan Yerusalem, Kementerian Warisan Budaya, Kementerian Pemukiman dan Misi Nasional, Kementerian Kooperasi Regional, dan Kementerian Kesetaraan Sosial.
Baca Juga: Perang Gaza Bikin Tekor, Israel Pertimbangkan Tutup 6 Kementerian
Berdasarkan laporan Iran Pers News Agency, desakan penutupan kementerian tersebut datang dari menteri keuangan Isarel karena biaya perang yang mahal di Gaza. Sebagaimana laporan media Israel, Bezalel Smotrich menyerukan penutupan 6 kementerian karena kebutuhan untuk mengatur prioritas ekonomi dan sosial baru di bawah bayang-bayang perang di Gaza.
Lihat Juga :