Terseok-seok Sepanjang 2022, Pasar Crypto Mulai Bangkit Tahun Ini
Senin, 04 Desember 2023 - 16:15 WIB
Pasar crypto di tahun 2023 mencatatkan reli positif. Bitcoin (BTC) sebagai aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar sempat menyentuh level harga tertinggi selama 18 bulan. Foto/Dok
JAKARTA - Tahun 2023 menjadi titik balik pasar crypto yang sempat terseok-seok sepanjang tahun 2022. Pasar crypto di tahun 2023 mencatatkan reli positif. Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar sempat menyentuh level harga tertinggi selama 18 bulan terakhir di USD40.000.
Baca Juga: Platform Trading Aset Kripto Ini Punya Dua Fitur Baru: Limit Order and Auto DCA
Naiknya harga BTC turut mendorong peningkatan nilai kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan menjadi USD1,45 triliun. Kenaikan tersebut didorong pengajuan exchange-traded fund (ETF) bitcoin spot oleh Blackrock, raksasa manajemen aset ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang juga berdampak pada peningkatan transaksi perdagangan bursa crypto di Indonesia.
“Trading volume aplikasi PINTU secara month-to-month (Oktober - November) mengalami peningkatan signifikan lebih dari 120%. USDT, BTC, ETH, MEME, & SOL menempati posisi lima token tertinggi dalam volume perdagangan di periode tersebut. Peningkatan trading volume ini diharapkan menjadi sinyal positif untuk mendongkrak kembali transaksi aset crypto secara nasional yang sempat mengalami penurunan,” ujar Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin.
Baca Juga: Suku Bunga The Fed Ditahan, Saatnya Mengevaluasi Strategi Investasi Kripto
Berdasarkan data dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), volume transaksi perdagangan aset crypto di tahun 2021 merupakan yang tertinggi mencapai Rp859,4 triliun. Pada tahun 2022 nilainya menurun drastis menjadi Rp306,4 triliun, bahkan per September 2023 transaksi perdagangan aset crypto anjlok ke Rp94,4 triliun.
Baca Juga: Platform Trading Aset Kripto Ini Punya Dua Fitur Baru: Limit Order and Auto DCA
Naiknya harga BTC turut mendorong peningkatan nilai kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan menjadi USD1,45 triliun. Kenaikan tersebut didorong pengajuan exchange-traded fund (ETF) bitcoin spot oleh Blackrock, raksasa manajemen aset ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang juga berdampak pada peningkatan transaksi perdagangan bursa crypto di Indonesia.
“Trading volume aplikasi PINTU secara month-to-month (Oktober - November) mengalami peningkatan signifikan lebih dari 120%. USDT, BTC, ETH, MEME, & SOL menempati posisi lima token tertinggi dalam volume perdagangan di periode tersebut. Peningkatan trading volume ini diharapkan menjadi sinyal positif untuk mendongkrak kembali transaksi aset crypto secara nasional yang sempat mengalami penurunan,” ujar Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin.
Baca Juga: Suku Bunga The Fed Ditahan, Saatnya Mengevaluasi Strategi Investasi Kripto
Berdasarkan data dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), volume transaksi perdagangan aset crypto di tahun 2021 merupakan yang tertinggi mencapai Rp859,4 triliun. Pada tahun 2022 nilainya menurun drastis menjadi Rp306,4 triliun, bahkan per September 2023 transaksi perdagangan aset crypto anjlok ke Rp94,4 triliun.
Lihat Juga :