Apresiasi kepada Perusahaan yang Memberikan Manfaat Besar buat Masyarakat Sekitar

Rabu, 06 Desember 2023 - 20:08 WIB
Seiring perjalanan, program ini dilakukan replikasi pada 2022 melalui pembentukan kelompok baru di Kelurahan Bontang Kuala, dengan nama Karaka yang beranggotakan 14 nelayan. Selain diberdayakan untuk pembuatan dan penurunan media terumbu, kelompok nelayan binaan ini juga melakukan pemantauan tumbuh kembang terumbu, sekaligus melakukan perbaikan jika didapati kerusakan.

"Melalui program Kilau Samudera, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pemulihan ekosistem laut yang rusak, sehingga ke depan kondisi perairan Bontang dengan beragam keanekaragaman hayati di dalamnya bisa terus lestari dan terjaga dengan baik," lanjut Qomaruzzaman.

Sementara untuk program Intan Karang, merupakan inovasi sosial yang juga menintikberatkan pada aspek pemberdayaan masyarakat pesisir, melalui pemanfaatan limbah cangkang rajungan menjadi kitosan cair. Program itu menilik banyaknya limbah cangkang rajungan yang terbuang setiap hari pasca-penjualan oleh nelayan di area pelabuhan Loktuan. Limbah tersebut kerap kembali dibuang ke laut, karena pola pikir yang masih beranggapan jika cangkang tersebut bisa terurai secara alami.

Selanjutnya Pupuk Kaltim pun memberdayakan ibu rumah tangga beserta pemuda di kawasan pemukiman atas air Selambai Kelurahan Loktuan, untuk pengolahan limbah cangkah menjadi produk bernilai ekonomi. Pembinaan pun dilakukan dengan pembentukan kelompok baru dengan nama Cangkang Salona, yang hingga kini mampu mereduksi sebanyak 920 kg limbah cangkang rajungan.

Aktivitas produksi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Kitosan ini juga dibekali Pupuk Kaltim, dengan penyiapaan kapasitas sumber daya manusia melalui keterampilan pengolahan, hingga infrastruktur pengolah untuk mengubah bahan baku limbah yang telah dipilah menjadi kitosan. Produk ini pun telah lulus uji kualitas, dan dinilai efektif mendorong produktivitas pertumbuhan tanaman serta mampu mengurangi intensitas hama dan penyakit.

Selanjutnya program Gelimang Buana, dilaksanakan Pupuk Kaltim dengan pengembangan kawasan konservasi mangrove di kawasan HGB 65 Bontang. Sejak awal diluncurkan pada 2009, hingga kini perusahaan telah menanam sebanyak 505.167 bibit bekerja sama dengan Kelompok Telok Bangko Keluahan Loktuan.

Selain itu, program Gelimang Buana juga dikembangkan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui usaha turunan yang dikelola kelompok binaan menggunakan bahan dasar mangrove. Saat ini terdapat beberapa usaha yang sudah dijalankan anggota kelompok, yakni konservasi mangrove, pengolahan produk makanan dan minuman dari mangrove seperti amplang, sirup dan dodol, hingga pengembangan eco eduwisata.

"Eco eduwisata ini juga bagian dari kegiatan konservasi berkelanjutan, kawasan konservasi Telok Bangko tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tapi juga tempat pembelajaran dan edukasi bagi masyarakat sekitar," papar Qomaruzzaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!