Usung Konsep Keberlanjutan, Pengembang Ini Gandeng Arsitek Jebolan Harvard

Senin, 15 Januari 2024 - 18:10 WIB
Diketahui, Parama mendapatkan pendidikan arsitekturnya di Harvard University dan University of California (UC) Berkeley. Di UC Berkeley, Parama lulus dengan predikat High Honors dan menerima Penghargaan bergengsi Eisner Prize 2018 untuk prestasinya dalam bidang arsitektur.

Di 2020, dunia maya sempat digoncangkan oleh Parama, ketika dia diterima 11 Universitas terbaik dunia. Dengan beasiswa penuh, akhirnya dia memilih Harvard University.

Sebelumnya, Parama juga telah bekerja di berbagai perusahaan arsitektur internasional di New York, San Francisco, Boston, dan Tokyo. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Shigeru Ban Architects Tokyo, Hart Howerton New York, IwamotoScott Architecture, HDR, SmithGroup, dan Bohlin Cywinski Jackson (BCJ).

Saat bekerja, Parama juga mengerjakan proyek-proyek yang diakui dengan penghargaan desain seperti: The American Institute of Architects (AIA) East Bay Design Award and International Interior Design Association (IIDA) North California Honor Awards.

Ketika mendapatkan tawaran dari Mark, Parama sedang mengerjakan skripsinya di Amerika. Namun kesempatan tidak datang 2 kali, sehingga dia menerima dan membuat design cluster Cedar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!