PLN EPI Serap 1 Juta Ton Biomassa untuk Co-Firing PLN di 2023
Selasa, 16 Januari 2024 - 21:23 WIB
Penggunaan biomassa pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, kata Iwan, serapan biomassa baru 290.000 ton dan pada tahun 2022 naik menjadi 450.000 ton dan tahun 2023 tumbuh menjadi 870.000 ton. Hingga tahun 2025, imbuh dia, kebutuhan biomassa bisa mencapai 10,2 juta ton dengan implementasi co-firing di 52 PLTU PLN.
Baca Juga: 4 Negara Arab yang Gabung Aliansi Rusia dan China
"Nantinya, persentase penggunaan biomassa yang sebelumnya pada saat ini baru berkisar 3% terus tumbuh hingga 12% di setiap pembangkit. Upaya ini juga sekaligus mendorong target bauran energi hingga 23% pada tahun 2025," tuturnya.
Iwan menambahkan, biomassa sebagai bauran energi terbukti dengan produksi energi bersih yang dihasilkan. Energi bersih yang dihasilkan dari biomassa pada 2023 mencapai 1 Terawatt Hour (TWh). "Produksi energi bersih pun tumbuh hingga lebih dari 77% dari realisasi tahun 2022 sebesar 575 GWh," tambahnya.
Iwan menegaskan, sebagai subholding yang menjaga rantai pasok energi untuk pembangkit, PLN EPI akan terus menjaga pasokan dan kualitas dari bahan baku. "Kami sebagai subholding yang menjamin rantai pasok energi primer ke pembangkit melakukan best effort untuk bisa menjaga keandalan listrik," tandasnya.
Baca Juga: 4 Negara Arab yang Gabung Aliansi Rusia dan China
"Nantinya, persentase penggunaan biomassa yang sebelumnya pada saat ini baru berkisar 3% terus tumbuh hingga 12% di setiap pembangkit. Upaya ini juga sekaligus mendorong target bauran energi hingga 23% pada tahun 2025," tuturnya.
Iwan menambahkan, biomassa sebagai bauran energi terbukti dengan produksi energi bersih yang dihasilkan. Energi bersih yang dihasilkan dari biomassa pada 2023 mencapai 1 Terawatt Hour (TWh). "Produksi energi bersih pun tumbuh hingga lebih dari 77% dari realisasi tahun 2022 sebesar 575 GWh," tambahnya.
Iwan menegaskan, sebagai subholding yang menjaga rantai pasok energi untuk pembangkit, PLN EPI akan terus menjaga pasokan dan kualitas dari bahan baku. "Kami sebagai subholding yang menjamin rantai pasok energi primer ke pembangkit melakukan best effort untuk bisa menjaga keandalan listrik," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :