Bangun Ekonomi Sirkular, PLN EPI Latih Masyarakat Gunung Kidul Ternak Kambing Perah
Kamis, 01 Februari 2024 - 17:26 WIB
Dia mengatakan, kegiatan ini relevan dengan karakteristik mata pencaharian masyarakat Gunung Kidul sebagai petani peternak dan merupakan solusi atas kurangnya pakan saat masa paceklik atau kemarau. Wibawanti berharap Masyarakat bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan tersebut sehingga nantinya dapat meningkatkan produksi ternak untuk mewujudkan Gunung Kidul sebagai Gudang Ternak DIY.
Baca Juga: Bisa Kalah, Pilot AS Ungkap Jet Tempur Siluman F-22 Akan Hindari Duel dengan Su-35 Rusia
Jenis kambing yang dibudidayakan dalam acara pelatihan yang diikuti oleh 50 orang anggota Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang dan Gapoktan Asem Mulya Kalurahan Karang Asem tersebut adalah jenis peranakan etawa (PE). Budidaya ini akan memberikan beragam manfaat mulai dari daging kambing, pupuk dari kotoran hewan, dan juga susu kambing yang produksi hariannya bisa mencapai 1,5 liter.
Susu kambing hasil ternak tersebut nantinya diorganisir dan disalurkan oleh badan usaha milik desa (BUMDes) yang hasilnya akan meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui skema penjualan untuk pasar. Selain pelatihan, untuk menambah wawasan PLN EPI juga mengajak gapoktan melihat produk olahan susu kambing dan coklat serta mengunjungi Gapoktan Margo Mulyo yang ahli dalam pembuatan pakan ternak silase, dan Gapoktan Tani Subur yang ahli membuat pupuk organik.
"Program ini menjadi wujud komitmen perseroan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sustainable developement goals (SDGs)," pungkas Dedeng.
Baca Juga: Bisa Kalah, Pilot AS Ungkap Jet Tempur Siluman F-22 Akan Hindari Duel dengan Su-35 Rusia
Jenis kambing yang dibudidayakan dalam acara pelatihan yang diikuti oleh 50 orang anggota Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang dan Gapoktan Asem Mulya Kalurahan Karang Asem tersebut adalah jenis peranakan etawa (PE). Budidaya ini akan memberikan beragam manfaat mulai dari daging kambing, pupuk dari kotoran hewan, dan juga susu kambing yang produksi hariannya bisa mencapai 1,5 liter.
Susu kambing hasil ternak tersebut nantinya diorganisir dan disalurkan oleh badan usaha milik desa (BUMDes) yang hasilnya akan meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui skema penjualan untuk pasar. Selain pelatihan, untuk menambah wawasan PLN EPI juga mengajak gapoktan melihat produk olahan susu kambing dan coklat serta mengunjungi Gapoktan Margo Mulyo yang ahli dalam pembuatan pakan ternak silase, dan Gapoktan Tani Subur yang ahli membuat pupuk organik.
"Program ini menjadi wujud komitmen perseroan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sustainable developement goals (SDGs)," pungkas Dedeng.
(fjo)
Lihat Juga :