Jelang Ramadan, Gapmmi: Industri Butuh Impor Garam dan Beras Pecah Kulit

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB
Untuk mengatasi hal ini, lanjut dia, industri juga telah berupaya untuk mengolah air laut di beberapa daerah untuk dijadikan garam yang bisa digunakan industri makanan dan minuman. "Mudah-mudahan ini bisa menambah pasokan kebutuhan garam yang harus diimpor. Tapi kita harus akui, masih sangat kurang," tuturnya.

Baca Juga: Kenapa Sanksi Barat Tidak Efektif Melemahkan Rusia?

Selain garam, Adhi menuturkan, Indonesia juga harus mengimpor beras pecah kulit untuk memenuhi bahan baku industri bihun dalam negeri. Selain itu, beras pecah kulit juga digunakan untuk industri snack yang terbuat dari beras. Di dalam negeri, kata dia, saat ini ketersediannya tidak ada.

"Jadi dua komoditi ini masih terkendala. Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan Kementerian Perdagangan bisa segera mengeluarkan izin impornya. Karena neraca komoditasnya sudah jelas, rekomendasinya sudah jelas, sehingga tinggal PI-nya (persetujuan impor) segera dikeluarkan oleh agar tidak mengganggu (produksi). Karena ini sangat rawan sekali," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!