Bisnis Properti Masih Menjanjikan di 2024, 800 Ribu Keluarga Baru Perlu Rumah Tiap Tahun

Sabtu, 02 Maret 2024 - 07:42 WIB
Baca Juga: BTN Pede Sektor Properti Bakal Cerah di 2024, Ini Faktornya

Felicia menuturkan, sumber pendapatan terbesar CSG masih dari proyek landed residensial, baik yang sedang berjalan maupun yang baru. Menurutnya, tahun ini CSG tidak hanya fokus pada pengembangan rumah dan ruko, tapi juga pada bisnis lain.

CSG telah mengakuisisi pembelian Siantar City Square, di Pematang Siantar, commercial building di Palembang, dan penjajakan di wilayah Jawa Timur. "Ekspansi CSG juga akan dilakukan ke wilayah Medan, Bogor, Palembang, Balikpapan, ditambah satu di Jabodetabek," ujarnya.

Sementara untuk proyek perumahan CSG di kawasan Karawang, Bogor dan Serang, pengembangannya juga tidak berhenti di lahan yang dikuasai. "Ekspansi CSG ini adalah strategis bisnis sebagai pengembang properti skala nasional," tuturnya.

Terkait bank lahan, Felicia mengatakan, saat ini CSG memiliki land bank sebanyak 300 hektar yang jumlahnya dipastikan akan terus bertambah. "Angkanya dinamis ya, akan terus bertambah, total saat ini kami memiliki 300 hektar," jelasnya.

Hingga saat ini KPR masih menjadi pilihan utama para konsumen CSG dibanding cara pembelian lainnya seperti cash keras dan kredit developer. Dari sisi pembeli, mayoritas adalah mereka yang baru pertama memiliki rumah, hanya sedikit yang membeli untuk investasi. "99 persennya pembeli memilih menggunakan KPR," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!