Pertamina Tuntaskan Survei Seismik 3D Kepuh Percepat Kegiatan Eksplorasi
Minggu, 07 April 2024 - 19:53 WIB
Menurut dia Survei Seismik 3D Kepuh berlokasi di area perkotaan padat pemukiman, persawahan, dan tambak. Karena itu, untuk mendapatkan data yang optimal, survei seismik ini dilakukan dengan menggunakan teknologi baru yang pertama kali di terapkan di Pertamina dan Indonesia.
Teknologi ini berupa penggunaan receiver autonomous node 5hz dan vibroseis sebagai pengganti sumber getar yang ramah lingkungan. Metode autonomous node ini menggunakan sistem sensor seismik dengan wireless technology receiver yakni berupa alat yang ditancapkan di permukaan tanah.
Dukungan teknologi ini menjadikan kegiatan survei eksplorasi dalam pencarian sumberdaya minyak dan gas bumi menjadi lebih ramah lingkungan dibanding metode seismik pada umumnya, yakni dengan menggunakan conventional receiver. Pasalnya wireless tidak ada penggunaan kabel-kabel yang menghubungkan antar receiver sehingga menghilangkan potensi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Baca Juga: Cegah Antrean Panjang, Pertamina Minta Pemudik Beli BBM Nontunai
Sementara, Manager Exploration Planning & Operation Regional Jawa Muhamad Yanuar Mahardi mengatakan metode ini secara tata waktu sangat efektif dan tinggi produktifitasnya. Penggunaan metode ini, kata dia, dapat menyelesaikan program lebih cepat yakni Maret 2024 dari rencana April 2024. Secara budget juga sangat efisien dengan penghematan 5-10 persen dari Authorization For Expenditure (AFE). "100 persen program akuisisi terlaksana dengan jumlah titik perekaman sebanyak 25.356 shotpoint," kata dia.
Teknologi ini berupa penggunaan receiver autonomous node 5hz dan vibroseis sebagai pengganti sumber getar yang ramah lingkungan. Metode autonomous node ini menggunakan sistem sensor seismik dengan wireless technology receiver yakni berupa alat yang ditancapkan di permukaan tanah.
Dukungan teknologi ini menjadikan kegiatan survei eksplorasi dalam pencarian sumberdaya minyak dan gas bumi menjadi lebih ramah lingkungan dibanding metode seismik pada umumnya, yakni dengan menggunakan conventional receiver. Pasalnya wireless tidak ada penggunaan kabel-kabel yang menghubungkan antar receiver sehingga menghilangkan potensi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Baca Juga: Cegah Antrean Panjang, Pertamina Minta Pemudik Beli BBM Nontunai
Sementara, Manager Exploration Planning & Operation Regional Jawa Muhamad Yanuar Mahardi mengatakan metode ini secara tata waktu sangat efektif dan tinggi produktifitasnya. Penggunaan metode ini, kata dia, dapat menyelesaikan program lebih cepat yakni Maret 2024 dari rencana April 2024. Secara budget juga sangat efisien dengan penghematan 5-10 persen dari Authorization For Expenditure (AFE). "100 persen program akuisisi terlaksana dengan jumlah titik perekaman sebanyak 25.356 shotpoint," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :