Sanksi Baru Mengancam Iran Usai Merudal Israel, Ekspor Minyak Dibidik AS dan UE
Rabu, 17 April 2024 - 16:40 WIB
Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Iran, setelah serangannya terhadap Israel pada akhir pekan. Berikut beberapa kemungkinan yang bisa jadi sasaran AS dan UE. Foto/Dok
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Iran , setelah serangannya terhadap Israel pada akhir pekan. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen berharap, bakal ada tindakan dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga: Ledek Sanksi AS, Iran Makin Gila-gilaan Jual Minyak ke China
Sementara itu Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan, blok itu sedang menggodok rencana sanksi lanjutan tersebut. Di sisi lain Israel telah mendesak sekutu-sekutunya untuk memberikan sanksi terhadap program rudal Teheran.
Diketahui sanksi PBB atas program tersebut berakhir pada bulan Oktober. Sanksi-sanksi ini telah dikaitkan dengan kesepakatan yang lebih luas untuk membatasi program nuklir Iran.Namun sejumlah negara termasuk AS, Uni Eropa dan Inggris tetap mempertahankan sanksi dan berniat menambahkan yang baru.
Kepala staf militer Isael, Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan pada hari Senin bahwa serangan Iran tidak akan dijawab. Baca Juga: Ekspor Minyak Iran Menutup 2022 di Level Tertinggi Tanpa Kesepakatan Nuklir
Baca Juga: Ledek Sanksi AS, Iran Makin Gila-gilaan Jual Minyak ke China
Sementara itu Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan, blok itu sedang menggodok rencana sanksi lanjutan tersebut. Di sisi lain Israel telah mendesak sekutu-sekutunya untuk memberikan sanksi terhadap program rudal Teheran.
Diketahui sanksi PBB atas program tersebut berakhir pada bulan Oktober. Sanksi-sanksi ini telah dikaitkan dengan kesepakatan yang lebih luas untuk membatasi program nuklir Iran.Namun sejumlah negara termasuk AS, Uni Eropa dan Inggris tetap mempertahankan sanksi dan berniat menambahkan yang baru.
Kepala staf militer Isael, Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan pada hari Senin bahwa serangan Iran tidak akan dijawab. Baca Juga: Ekspor Minyak Iran Menutup 2022 di Level Tertinggi Tanpa Kesepakatan Nuklir
Lihat Juga :