Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:52 WIB
loading...
Presiden Prancis, Emmanuel Macron secara terbuka melayangkan peringatan keras kepada Iran agar tidak mencoba-coba memeras dunia dengan menerapkan tarif di Selat Hormuz. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kesepakatan damai Perang Timur Tengah yang baru saja diumumkan oleh Amerika Serikat (AS) kini terancam kembali memanas. Presiden Prancis , Emmanuel Macron secara terbuka melayangkan peringatan keras kepada Iran agar tidak mencoba-coba memeras dunia dengan menerapkan tarif di Selat Hormuz .
Ditegaskan juga olehnya bahwa Prancis tidak segan untuk langsung mengambil langkah militer ekstrem dengan menyiagakan kapal induk kebanggaan mereka, Charles de Gaulle untuk bertolak ke zona konflik dalam hitungan hari.
Baca Juga: AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Ketegangan baru ini dipicu oleh laporan kantor berita Iran, Fars, yang membocorkan bahwa Teheran secara sepihak menyisipkan klausul kontroversial ke dalam draf perjanjian damai dengan AS. Klausul tersebut menyatakan bahwa Iran berhak memungut biaya layanan maritim atau tarif tol maritim bagi setiap kapal kargo dan tanker yang melewati Selat Hormuz.
"Kami membela hukum internasional dan kami akan melakukan segala hal dalam kekuatan kami untuk memastikan tidak ada pungutan tol di sana!" tegas Macron dalam wawancara eksklusif bersama televisi TF1 menjelang KTT G7 di Prancis.
Ditegaskan juga olehnya bahwa Prancis tidak segan untuk langsung mengambil langkah militer ekstrem dengan menyiagakan kapal induk kebanggaan mereka, Charles de Gaulle untuk bertolak ke zona konflik dalam hitungan hari.
Baca Juga: AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Ketegangan baru ini dipicu oleh laporan kantor berita Iran, Fars, yang membocorkan bahwa Teheran secara sepihak menyisipkan klausul kontroversial ke dalam draf perjanjian damai dengan AS. Klausul tersebut menyatakan bahwa Iran berhak memungut biaya layanan maritim atau tarif tol maritim bagi setiap kapal kargo dan tanker yang melewati Selat Hormuz.
"Kami membela hukum internasional dan kami akan melakukan segala hal dalam kekuatan kami untuk memastikan tidak ada pungutan tol di sana!" tegas Macron dalam wawancara eksklusif bersama televisi TF1 menjelang KTT G7 di Prancis.
Gertakan Eropa, Kapal Induk Charles de Gaulle Siaga Tempur
Eropa diketahui saat ini sudah berada di titik nadir kesabaran akibat cekikan krisis energi. Penutupan Selat Hormuz selama berbulan-bulan telah melambungkan harga minyak dan barang pokok di seluruh Uni Eropa.Lihat Juga :