Tiga Efek Domino Kenaikan BI Rate Berujung Disinsentif Ekonomi

Kamis, 25 April 2024 - 17:21 WIB
Efek domino ketiga, sambung Ajib, adalah pelambatan ekonomi. Ekonomi akan sulit mencapai target pertumbuhan yang dipatok pemerintah sebesar 5,2% di tahun 2024. Target pertumbuhan ini sebelummya didasari tren pertumbuhan ekonomi pascapandemi yang cukup bagus. Namun faktanya pertumbuhan ekonomi menurun dimana pada 2022 secara agregat hanya mencapai 5,31% dan tahun 2024 hanya mencapai 5,05%.

Baca Juga: Jenderal Top Rusia Ini Bersumpah Hancurkan NATO pada 2030

"Ketika pemerintah membuat kebijakan moneter dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan, semakin tidak mudah mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan," jelas Ajib lagi.

Oleh sebab itu, Ajib menjelaskan pemerintah perlu membuat program dan kebijakan yang komprehensif dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah perlu membuat ekosistem bisnis dengan nilai tambah yakni agar mampu mengendalikan inflasi dan bisa tetap dalam kisaran 2,5% plus-minus 1%.

"Pemerintah perlu membuat ekosistem bisnis yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah, dengan melibatkan semua stakeholder ekonomi yang ada. Termasuk untuk sektor pertanian, perkebunan, maritim, energi dan lainnya," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!