Di Tengah Pandemi, Pertumbuhan Aset dan DPK BNI Tetap Kinclong
Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:26 WIB
Direktur BNI Adi Sulistyowati menyebutkan bahwa berbagai indikator kinerja BNI telah menunjukkan pertumbuhan. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melewati paruh pertama tahun 2020 yang penuh tantangan akibat Pandemi Covid-19, perlambatan kinerja ekonomi Indonesia dan global secara bersamaan, dengan capaian yang cukup baik dan melampaui perkiraan sebelumnya. Direktur BNI Adi Sulistyowati menyebutkan bahwa berbagai indikator kinerja BNI telah menunjukkan pertumbuhan.
"Total aset tumbuh 4,4% year on year (yoy) dari Rp843,21 triliun pada semester I/2019 menjadi Rp880,12 triliun. Laju pertumbuhan aset di semester pertama ini relatif sama dengan tahun 2019, yang tumbuh sebesar 4,6% yoy. Pertumbuhan ini dilakukan sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi Covid-19 yang sudah mulai mewabah sejak awal tahun 2020," ungkap Adi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
(Baca Juga: Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di Kuartal III Diprediksi Lebih Tinggi)
Pertumbuhan aset tersebut terutama ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh baik sebesar 11,3% yoy, dari Rp595,07 triliun pada paruh pertama tahun 2019 menjadi Rp662,38 triliun pada paruh pertama 2020.
"Pertumbuhan DPK tersebut lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan DPK di industri per Juni 2020 yang tumbuh 7,9% yoy," tutur Adi.
Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama, yang kami maksudkan untuk memperbaiki cost of fund kedepan. Sampai dengan semester I/2020, cost of fund menjadi 2,9% membaik 30 basis point (bps) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,2%.
"Total aset tumbuh 4,4% year on year (yoy) dari Rp843,21 triliun pada semester I/2019 menjadi Rp880,12 triliun. Laju pertumbuhan aset di semester pertama ini relatif sama dengan tahun 2019, yang tumbuh sebesar 4,6% yoy. Pertumbuhan ini dilakukan sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi Covid-19 yang sudah mulai mewabah sejak awal tahun 2020," ungkap Adi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
(Baca Juga: Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di Kuartal III Diprediksi Lebih Tinggi)
Pertumbuhan aset tersebut terutama ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh baik sebesar 11,3% yoy, dari Rp595,07 triliun pada paruh pertama tahun 2019 menjadi Rp662,38 triliun pada paruh pertama 2020.
"Pertumbuhan DPK tersebut lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan DPK di industri per Juni 2020 yang tumbuh 7,9% yoy," tutur Adi.
Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama, yang kami maksudkan untuk memperbaiki cost of fund kedepan. Sampai dengan semester I/2020, cost of fund menjadi 2,9% membaik 30 basis point (bps) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,2%.
Lihat Juga :