Sekutu AS Ini Sebut China Dorong Deindustrialisasi di Uni Eropa

Selasa, 07 Mei 2024 - 15:14 WIB
Sebaliknya, China telah membuka penyelidikan anti-dumping terhadap minuman brendi yang diimpor dari UE, yang khususnya berdampak pada eksportir Perancis. Salin gelar investigasi ini dianggap sebagai aksi saling balas atas proteksionisme.

Baca Juga: Aktivitas Spionase China Meningkat di Eropa, Banyak Mata-mata Ditangkap

Von der Leyen telah mendorong perdagangan yang "mengurangi risiko" dengan China. Namun demikian, dia belum menganjurkan pemisahan diri dari kekuatan ekonomi terbesar di Asia tersebut. Seperti diketahui, anggota UE sebagian besar telah memisahkan perekonomiannya dari Rusiasebagai bentuk sanksi bagi Moskow atas konflik Ukraina. Namun, hal itu menyebabkan Eropa kehilangan akses terhadap gas murah dari Rusia yang kemudian memukul industri-industri padat energi di Eropa Barat.

Dalam sebuah opini yang diterbitkan oleh pers Perancis menjelang kunjungannya, Xi mengatakan Beijing berkomitmen untuk mencapai "pandangan baru" dalam hubungannya dengan negara tersebut. Ia menulis, "Prancis memajukan reindustrialisasi berdasarkan inovasi ramah lingkungan, sedangkan China mempercepat pengembangan tenaga produktif baru yang berkualitas."

Setelah Prancis, Xi Jinping dijadwalkan mengunjungi Hongaria yang merupakan anggota UE, dan Serbia, non-anggota yang ramah terhadap Rusia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!