Menguak Sebab Emiten BUMN Karya Absen Setor Dividen Tahun Ini

Minggu, 12 Mei 2024 - 08:25 WIB

Bagaiman Kinerja Keuangan BUMN Karya?

Pencatatan keuangan dua emiten konstruksi pelat merah di tiga bulan pertama tahun ini masih negatif. Di mana, WIKA dan WSKT masih merugi.

Pada kuartal I-2024, Wijaya Karya membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp1,13 triliun. Angka ini naik 117% dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp521,25 miliar.

Dari laporan keuangannya, kerugian di kuartal I-2024 lantaran pendapatan bersih WIKA menurun 18,75% secara tahunan (yoy) menjadi Rp3,53 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,34 triliun.

Adapun sumber pendapatan WIKA pada periode tersebut berasal dari bidang infrastruktur dan gedung sebesar Rp1,53 triliun, industri Rp1,15 triliun, industri plant Rp585,97 miliar, hotel Rp192,28 miliar, realty dan properti Rp33,02 miliar, serta investasi Rp35,81 miliar.

Kondisi serupa juga dialami emiten bersandi saham WSKT, di mana perusahaan membukukan rugi menjadi Rp939,5 miliar pada paruh pertama semester satu tahun ini. Kerugian itu naik 150,59% dibandingkan periode serupa 2023, yakni Rp 374,93 miliar.

Pencatatan keuangan negatif ini didorong oleh meningkatnya beban keuangan yang terkerek hingga 56,17% menjadi Rp1,09 triliun. Adapun, Waskita Karya mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp2,17 triliun di kuartal I-2024, turun 20,27% secara tahunan dari kuartal I-2023, yaitu Rp2,73 triliun.

Sumber pendapatan Waskita berasal dari segmen jasa konstruksi senilai Rp1,48 triliun, turun 35,31% secara tahunan. Meskipun begitu, penjualan precast tumbuh 250,74% menjadi Rp364,7 miliar. Lalu, pendapatan jalan tol naik 1,75% ke posisi Rp248,66 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!