Dukung Pengelolaan Sumber Daya Alam, PHE Aktif dalam World Water Forum 2024
Jum'at, 24 Mei 2024 - 20:06 WIB
Sejalan dengan hal tersebut, dari sisi eksplorasi dan produksi, PHE telah mengembangkan program antara lain pelaksanaan dekomisioning menggunakan metode rig to reef. PHE juga menjalankan program pengelolaan air terproduksi yang diinjeksikan kembali ke dalam reservoir setelah melalui proses yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Berkaitan dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHE pun berkontribusi melalui teknologi lahan basah yang dibangun sebagai solusi berbasis alam untuk meminimalkan dampak lingkungan, peningkatan keanekaragaman hayati dan penyerapan karbon.
PHE juga terlibat dalam perencanaan riparian untuk menurunkan beban pencemaran dari limbah domestik dan menjadikan daerah pengembangan tersebut menjadi pusat edukasi dan konservasi lingkungan, melalui program ekoriparian.
Ekoriparian adalah pemanfaatan sepadan sungai yang semula menjadi tempat pembuangan sampah dengan membangun fasilitas pengendalian pencemaran sesuai dengan sumber pencemar yang ada. PHE telah bekerja sama dengan perguruan tinggi, diantaranya dengan Universitas Muhammadiyah, Kampus Riau (UMRI), Pekanbaru Riau, dan Universitas Lancang kuning, (UNILAK) Pekanbaru Riau.
“Dalam kontribusinya untuk program sustainability, PHE telah mendapatkan apresiasi dari stakeholder di Indonesia. Diantaranya PHE telah berhasil mendapatkan 202 Community Involvement & Development (CID) Award dengan 596 Realisasi program CID, 634 desa yang terberdayakan sebagai penerima manfaat program CID, 872.496 Ton CO2 eq/year reduksi emisi, serta mendapatkan penghargaan dari KLHK yaitu 12 Proper Emas dan 19 Proper Hijau,” imbuh Arya.
Sukses meraih rating Environment, Social, Governance (ESG) PHE juga mendapatkan nilai 21.5 atau medium risk setelah melalui proses assesment dari Lembaga rating internasional, Sustainalytics. PHE berhasil mendapatkan peringkat ke enam dari 308 produsen minyak dan gas secara global.
Berkaitan dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHE pun berkontribusi melalui teknologi lahan basah yang dibangun sebagai solusi berbasis alam untuk meminimalkan dampak lingkungan, peningkatan keanekaragaman hayati dan penyerapan karbon.
PHE juga terlibat dalam perencanaan riparian untuk menurunkan beban pencemaran dari limbah domestik dan menjadikan daerah pengembangan tersebut menjadi pusat edukasi dan konservasi lingkungan, melalui program ekoriparian.
Ekoriparian adalah pemanfaatan sepadan sungai yang semula menjadi tempat pembuangan sampah dengan membangun fasilitas pengendalian pencemaran sesuai dengan sumber pencemar yang ada. PHE telah bekerja sama dengan perguruan tinggi, diantaranya dengan Universitas Muhammadiyah, Kampus Riau (UMRI), Pekanbaru Riau, dan Universitas Lancang kuning, (UNILAK) Pekanbaru Riau.
“Dalam kontribusinya untuk program sustainability, PHE telah mendapatkan apresiasi dari stakeholder di Indonesia. Diantaranya PHE telah berhasil mendapatkan 202 Community Involvement & Development (CID) Award dengan 596 Realisasi program CID, 634 desa yang terberdayakan sebagai penerima manfaat program CID, 872.496 Ton CO2 eq/year reduksi emisi, serta mendapatkan penghargaan dari KLHK yaitu 12 Proper Emas dan 19 Proper Hijau,” imbuh Arya.
Sukses meraih rating Environment, Social, Governance (ESG) PHE juga mendapatkan nilai 21.5 atau medium risk setelah melalui proses assesment dari Lembaga rating internasional, Sustainalytics. PHE berhasil mendapatkan peringkat ke enam dari 308 produsen minyak dan gas secara global.
Lihat Juga :