Indonesia Incar Kuasai 61% Saham Freeport, Bahlil: 98% Sudah Disepakati
Jum'at, 07 Juni 2024 - 14:54 WIB
Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini Pemerintah telah berkomunikasi dengan PT Freeport terkait penambahan jumlah kepemilikan saham sebesar 10%. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini Pemerintah telah berkomunikasi dengan PT Freeport Indonesia terkait penambahan jumlah kepemilikan saham sebesar 10%. Sehingga nantinya Indonesia bakal menguasai total 61% saham Freeport .
Baca Juga: Jokowi: Bulan Depan RI Kuasai 61% Saham Freeport
Bahlil menjelaskan, pada tahap negosiasi yang dilakukan antara Pemerintah dan PT Freeport, 98% sudah sepakat untuk setidaknya 3 poin utama, salah satunya penambahan porsi kepemilikan saham pemerintah di PT Freeport sebanyak 10%.
Baca Juga: Sah! Jokowi Resmi Perpanjang Izin Tambang Freeport
Adapun 3 poin utama yang menjadi kesepakatan dalam pembahasan antara Pemerintah dan PT Freeport yakni penambahan porsi kepemilikan saham, pembangunan smelter di Papua, hingga melibatkan pengusaha daerah di Papua.
"Kami sudah melakukan negosiasi, 98% sudah disepakati beberapa poin, salah satunya penambahan saham 10%, membangun smelter di Papua, dan melibatkan pengusaha daerah di Papua," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (7/6/2024).
Baca Juga: Jokowi: Bulan Depan RI Kuasai 61% Saham Freeport
Bahlil menjelaskan, pada tahap negosiasi yang dilakukan antara Pemerintah dan PT Freeport, 98% sudah sepakat untuk setidaknya 3 poin utama, salah satunya penambahan porsi kepemilikan saham pemerintah di PT Freeport sebanyak 10%.
Baca Juga: Sah! Jokowi Resmi Perpanjang Izin Tambang Freeport
Adapun 3 poin utama yang menjadi kesepakatan dalam pembahasan antara Pemerintah dan PT Freeport yakni penambahan porsi kepemilikan saham, pembangunan smelter di Papua, hingga melibatkan pengusaha daerah di Papua.
"Kami sudah melakukan negosiasi, 98% sudah disepakati beberapa poin, salah satunya penambahan saham 10%, membangun smelter di Papua, dan melibatkan pengusaha daerah di Papua," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (7/6/2024).
Lihat Juga :