Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:14 WIB
loading...
Bidik Pasar Indonesia...
Jafran Indonesia, produsen benih jagung hibrida asal Jember, memanfaatkan ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo sebagai momentum untuk memperkenalkan varietas unggulan Jafran 8. Foto/Dok
A A A
GORONTALO - PT Jafran Indonesia, produsen benih jagung hibrida nasional asal Jember, Jawa Timur, memanfaatkan ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo sebagai momentum untuk memperkenalkan varietas unggulan Jafran 8 yang dipasarkan dengan nama produk JR 737, sekaligus memperluas jaringan distribusi dan kemitraan di kawasan Indonesia Timur yang memiliki potensi besar sebagai sentra produksi jagung nasional.

Keikutsertaan PT Jafran Indonesia dalam forum petani dan nelayan terbesar di Indonesia yang berlangsung pada 20-25 Juni 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) David Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional melalui penyediaan benih jagung hibrida berkualitas.

Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan jagung nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan, industri pakan ternak, serta berbagai sektor turunannya. Di sisi lain, tantangan peningkatan produktivitas lahan dan efisiensi usaha tani menuntut penggunaan benih unggul yang mampu menghasilkan panen lebih optimal.

Pada kesempatan tersebut, PT Jafran Indonesia memperkenalkan Jafran 8 (JR 737), benih jagung hibrida unggulan hasil riset dan pengembangan perusahaan yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas. Varietas ini melengkapi portofolio benih unggulan Jafran setelah sebelumnya menghadirkan Jafran 1 dan Jafran 3 yang telah dikenal petani di berbagai daerah.

Baca Juga: Jagung Hibrida: Dari Penolakan Menjadi Primadona di Madura

JR 737 dikembangkan untuk menjawab kebutuhan petani akan benih jagung hibrida yang produktif, adaptif, dan efisien. Varietas ini memiliki daya berkecambah hingga 90 persen, tahan terhadap penyakit bulai, hawar daun, dan karat daun, serta didukung batang yang kokoh dan sistem perakaran yang kuat sehingga lebih tahan rebah. Selain menghasilkan tongkol berukuran besar dengan biji berwarna kuning oranye, JR 737 memiliki potensi hasil mencapai 13,55 ton per hektare pipilan kering (KA 15%).



Untuk memperoleh produktivitas optimal, penggunaan benih JR 737 direkomendasikan 20 kilogram per hektare dengan penerapan teknik budidaya yang sesuai rekomendasi. Kombinasi benih unggul dan praktik budidaya yang tepat diharapkan mampu membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus keuntungan usaha tani secara berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
FIFA Larang Wasit Inggris...
FIFA Larang Wasit Inggris Pimpin Argentina, Kenapa?
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved