Indonesia Berpotensi Pimpin Produksi Hidrogen dan Amonia Regional
Rabu, 19 Juni 2024 - 15:36 WIB
Deputi Menteri Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Jodi Mahardi di acara Indonesia International Hydrogen Summit 2024, di Jakarta, Rabu (19/6/2024). FOTO/Ist
JAKARTA - Pemerintah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Kemenko Marves ) menegaskan potensi Indonesia sebagai pemimpin produksi hidrogen dan amonia di tingkat regional. Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam produksi hidrogen bersih yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi yang signifikan.
"Hidrogen akan memainkan peran penting dalam sistem energi global seiring dengan upaya berbagai negara untuk mendekarbonisasi dan membangun ekosistem hidrogen. Sumber daya gas alam yang melimpah, kapasitas penyimpanan CO2, dan potensi energi terbarukan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam produksi hidrogen," ujar Deputi Menteri Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Jodi Mahardi di acara Indonesia International Hydrogen Summit 2024, di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus USD2,93 M di Mei 2024, Cetak Rekor 49 Bulan Beruntun
Jodi menambahkan, Indonesia secara geografis juga dekat dengan negara-negara yang memiliki permintaan tinggi akan hidrogen bersih, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, yang bersama-sama mewakili pasar hidrogen sebesar kurang lebih 4 juta ton per tahun. Indonesia juga memiliki cadangan gas terbesar kedua di Asia Pasifik dan potensi penyimpanan CO2 terbesar ketiga di kawasan tersebut untuk hidrogen biru. Sementara untuk hidrogen hijau, Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia dan potensi kapasitas tenaga surya lebih dari 200 GW.
"Hidrogen akan memainkan peran penting dalam sistem energi global seiring dengan upaya berbagai negara untuk mendekarbonisasi dan membangun ekosistem hidrogen. Sumber daya gas alam yang melimpah, kapasitas penyimpanan CO2, dan potensi energi terbarukan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam produksi hidrogen," ujar Deputi Menteri Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Jodi Mahardi di acara Indonesia International Hydrogen Summit 2024, di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus USD2,93 M di Mei 2024, Cetak Rekor 49 Bulan Beruntun
Jodi menambahkan, Indonesia secara geografis juga dekat dengan negara-negara yang memiliki permintaan tinggi akan hidrogen bersih, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, yang bersama-sama mewakili pasar hidrogen sebesar kurang lebih 4 juta ton per tahun. Indonesia juga memiliki cadangan gas terbesar kedua di Asia Pasifik dan potensi penyimpanan CO2 terbesar ketiga di kawasan tersebut untuk hidrogen biru. Sementara untuk hidrogen hijau, Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia dan potensi kapasitas tenaga surya lebih dari 200 GW.
Lihat Juga :