Indonesia Berpotensi Pimpin Produksi Hidrogen dan Amonia Regional

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:36 WIB
"Sektor hidrogen menghadirkan peluang baru bagi Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya energinya yang melimpah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelas Jodi.

Seiring dengan upaya negara-negara untuk mencapai target net zero emission, lanjut dia, permintaan hidrogen global pun diperkirakan meningkat lebih dari empat kali lipat antara tahun 2020 dan 2050. Pada tahun 2023, terdapat 1.418 proyek hidrogen bersih yang diumumkan secara global, dengan nilai investasi mencapai USD570 miliar di seluruh rantai nilai hidrogen.

Lebih lanjut, Jodi memaparkan bahwa amonia yang merupakan bahan utama dalam produksi pupuk, juga dapat diproduksi menggunakan hidrogen hijau dan biru sehingga lebih bersih. Manfaat potensial dari amonia bersih ini bagi Indonesia menurutnya antara lain sebagai bahan utama dalam produksi pupuk, yang memiliki nilai pasar USD4,5 miliar. Amonia bersih juga dapat membantu mengatasi risiko ekspor pupuk Indonesia senilai USD1 miliar yang terancam oleh regulasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang diterapkan oleh negara-negara maju.

Baca Juga: 8 Negara di Asia dengan Suhu Terpanas

"Pasar pupuk Indonesia yang signifikan dan berkembang juga merupakan basis pelanggan yang mapan untuk hidrogen. Sebagai catatan, PT Pupuk Indonesia memproduksi 18,7 juta ton pupuk pada tahun 2023 dengan nilai pasar sebesar USD4,5 miliar," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!