Bos BI Perry Warjiyo Punya 'Jamu' untuk Obati Pelemahan Rupiah
Kamis, 20 Juni 2024 - 16:26 WIB
Sekarang ini, BI telah mengombinasikan intervensi dengan memperkuat operasi moneter yang pro-market yang kemudian dioptimalisasi. Penggunaan instrumen SRBI (Sekuritas Rupiah BI) untuk melakukan operasi pro-market di pasar dan menarik lebih banyak aliran modal asing supaya masuk dan menambah supply.
"Ke depannya, demand untuk korporasi umumnya puncaknya di triwulan II, dan di triwulan III agak menurun. Sehingga, apakah BI masih yakin bahwa tren menguat? Yes. Karena semua faktor fundamental mendukung penguatan rupiah," jelas Perry.
Baca Juga: Bos BI Soal Rupiah yang Tembus Level Rp16.300: Sangat Stabil dan Terbaik di Dunia
Adapun faktor-faktor tersebut antara lain inflasi yang rendah, growth bagus, kredit bagus, dan neraca pembayaran bagus. "Maka tren rupiah menurut kami akan menguat, jangka pendeknya stabil," kata Perry.
Bahkan, Perry menuturkan, bahwa ruang penurunan suku bunga BI juga masih ada. "Ini kalau tidak ada masalah global, tidak ada ketegangan politik, tidak ada persepsi terhadap stabilitas fiskal, maka mestinya ruang penurunan suku bunga akan terbuka," pungkas Perry.
"Ke depannya, demand untuk korporasi umumnya puncaknya di triwulan II, dan di triwulan III agak menurun. Sehingga, apakah BI masih yakin bahwa tren menguat? Yes. Karena semua faktor fundamental mendukung penguatan rupiah," jelas Perry.
Baca Juga: Bos BI Soal Rupiah yang Tembus Level Rp16.300: Sangat Stabil dan Terbaik di Dunia
Adapun faktor-faktor tersebut antara lain inflasi yang rendah, growth bagus, kredit bagus, dan neraca pembayaran bagus. "Maka tren rupiah menurut kami akan menguat, jangka pendeknya stabil," kata Perry.
Bahkan, Perry menuturkan, bahwa ruang penurunan suku bunga BI juga masih ada. "Ini kalau tidak ada masalah global, tidak ada ketegangan politik, tidak ada persepsi terhadap stabilitas fiskal, maka mestinya ruang penurunan suku bunga akan terbuka," pungkas Perry.
(akr)
Lihat Juga :