IHSG Diprediksi Menguat, Intip 4 Rekomendasi Saham Berikut
Jum'at, 21 Juni 2024 - 08:08 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat pada sepanjang perdagangan. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat pada sepanjang perdagangan. Adapun pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.721 - 6.887.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, dari perdagangan sebelumnya, posisi jenuh jual sudah terbentuk dan IHSG mengalami rebound yang pesat menghampiri level 6.887.
"Pola inside bar IHSG terkonfirmasi, penguatan berlanjut dan meninggalkan level psikologis 6700, resistance IHSG berikutnya pada 6887," tulis William dalam analisisnya, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga: Berbalik Arah, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.819
Level 6.887 menjadi level penting karena sebelumnya pernah menjadi support IHSG yang juga merupakan gap pada bulan November 2023. Menurut William, support ini gagal dipertahankan sehingga kini berperan sebagai resistance.
"Kabar baik dari pasar, net sell asing sudah menipis dan ada potensi dalam waktu dekat kita akan melihat net buy asing karena sudah terjadinya fase jenuh jual ini," katanya.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, dari perdagangan sebelumnya, posisi jenuh jual sudah terbentuk dan IHSG mengalami rebound yang pesat menghampiri level 6.887.
"Pola inside bar IHSG terkonfirmasi, penguatan berlanjut dan meninggalkan level psikologis 6700, resistance IHSG berikutnya pada 6887," tulis William dalam analisisnya, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga: Berbalik Arah, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.819
Level 6.887 menjadi level penting karena sebelumnya pernah menjadi support IHSG yang juga merupakan gap pada bulan November 2023. Menurut William, support ini gagal dipertahankan sehingga kini berperan sebagai resistance.
"Kabar baik dari pasar, net sell asing sudah menipis dan ada potensi dalam waktu dekat kita akan melihat net buy asing karena sudah terjadinya fase jenuh jual ini," katanya.
Lihat Juga :