Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong

Selasa, 25 Juni 2024 - 19:20 WIB
Talkshow Properti dengan tema Meneropong Pasar Properti di Era Pemerintahan Baru yang digelar di Marketing Office Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (25/6/2024). FOTO/Ist
JAKARTA - Pengamat properti Panangian Simanungkalit memproyeksikan pasar properti terutama di sektor perumahan akan semakin membaik di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sinyal-sinyal melesatnya sektor properti sangat terasa. Hampir semua indikator mendukung booming-nya bisnis ini mulai 2025 sampai 2029 mendatang.

"Kekuatiran pemilu awal tahun kemaren akan rusuh pun tidak terbukti. Hal ini ditunjang lagi dengan program luar biasa dari Prabowo-Gibran sebagai pasangan pemenang pemilu, dimana mereka akan menghadirkan program 3 juta rumah. Ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap kegairahan industri properti secara umum," ungkap Panangian dalam acara Talkshow Properti dengan tema Meneropong Pasar Properti di Era Pemerintahan Baru yang digelar, Selasa (25/6/2024).



Baca Juga: Garap Proyek di Sydney Rp5,5 Triliun, One Global Capital Gandeng Kengo Kuma

Hebatnya lagi, pemerintah mendatang cukup jeli mencari celah guna membangkitkan perekonomian rakyat. Menurut Panangian, bagaimana membuat ekonomi nasional ini semakin membaik, memang diperlukan sebuah sektor yang bisa menciptakan kesejahteraan rakyat, bisa menciptkan pemerataan dan sosial, serta juga bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

"Itu yang menjadi filosofi dari Prabowo – Gibran. Nah, kemaren telah disetujui Rp71 Triliun anggaran untuk makanan bergizi gratis. Ini kan sebuah terobosan yang belum pernah ada sebelumnya. Dan saya dengar akan ada 50 ribu titik yang akan dimulai untuk program ini. Bisa kita bayangkan berapa besar penciptaan ekonomi dari salah satu program andalan Prabowo- Gibran ini," ujar Panangian.

Ia juga menyebut, dengan adanya program pembangunan 3 juta rumah ini juga akan membangkitkan semangat dan memberikan dampak psikologis yang positif terutama bagi para pebgembang yang tergabung dalam asosiasi-asosiasi perumahan seperti Realestat Indonesia (REI), Apersi dan Himperra, dan lainnya. “Bagi pengusaha properti, program ini memberi sinyal bahwa industri properti akan bangkit di era pemerintahan yang akan datang,” ucap Panangian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!