Untung Rp22,6 Triliun, Rolls-Royce Hadiahkan Saham kepada 42 Ribu Karyawan

Senin, 05 Agustus 2024 - 08:46 WIB
Pekerja di Inggris tidak akan dapat menjual saham mereka selama tiga tahun, dan setelahnya bakal dikenakan pajak, kecuali jika tetap ditahan selama lima tahun.

"Hasil paruh pertama kami yang kuat dan kemajuan yang kami buat dalam transformasi merupakan berkat kerja keras dan aksi orang-orang kami," kata perusahaan dalam sebuah pesan kepada staf.

Sebelumnya Rolls-Royce mendapatkan pukulan telak akibat pandemi Covid yang memicu penurunan tajam untuk perjalanan udara global. Kondisi itu sangat berdampak pada bisnis kedirgantaraan komersial perusahaan yang menjual dan melayani mesin jet.

Kepala Eksekutif Rolls-Royce, Tufan Erginbilgic meluncurkan program transformasi pada Januari tahun lalu tak lama setelah pengangkatannya. Ia menggambarkan perusahaan yang sedang berjuang sebagai "platform yang terbakar" dan memberi tahu staf bahwa mereka menghadapi "kesempatan terakhir" untuk berubah.

Rolls-Royce yang mempekerjakan 21.000 orang di Inggris, mengumumkan rencana PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada bulan Oktober untuk memangkas 2.500 pekerjaan secara global, dalam upaya membuat perusahaan "lebih efisien dan efektif".

Berbagi dalam Kesuksesan

Sejak perubahan tersebut, nasib perusahaan perlahan juga berubah dengan kebangkitannya dalam beberapa bulan terakhir hingga mendorong saham ke 501p sepanjang masa pada hari Kamis, setelah bisnis meningkatkan perkiraan laba dan mengembalikan dividen untuk pertama kalinya sejak pandemi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!