Putin Pertimbangkan Batasi Ekspor Nikel Rusia, Harga Bisa Melejit
Kamis, 12 September 2024 - 13:25 WIB
Putin menegaskan kembali bahwa pemerintah harus "memikirkan pembatasan tertentu pada pasokan ke pasar luar negeri" untuk barang-barang ini dan sejumlah barang lainnya. Putin mengingatkan bahwa Rusia termasuk di antara pemimpin dunia dalam hal cadangan bahan baku strategis: Rusia memiliki hampir 22% gas alam, hampir 23% emas, dan sekitar 55% berlian.
"Di beberapa negara, cadangan strategis tengah dibuat, dan sejumlah langkah lain tengah diambil. Secara umum, jika ini tidak merugikan kita, maka kita dapat berpikir (saya tidak mengatakan bahwa ini perlu dilakukan besok, tetapi kita harus berpikir) tentang pembatasan tertentu pada pasokan ke pasar luar negeri, tidak hanya untuk barang-barang yang saya sebutkan, tetapi juga beberapa barang lainnya," katanya.
"Saya pikir rekan-rekan saya di pemerintah memahami betul pentingnya jenis bahan baku Rusia yang saya sebutkan ini. Ini yang terlintas dalam pikiran saya: uranium, titanium, nikel. Tetapi ada juga yang lain," katanya.
Baca Juga: Uni Eropa Menderita Kehilangan Energi Rusia, Mantan Bos Bank Sentral Buka Suara
Sementara itu, kemungkinan pembatasan ekspor nikel dari Rusia, yang menyediakan sekitar 20% dari ekspor logam ini di dunia, dapat menyebabkan kekurangan dan kenaikan harga di pasar global. Hal itu ditegaskan Yaroslav Kabakov, direktur strategi di Finam, kepada TASS.
"Di beberapa negara, cadangan strategis tengah dibuat, dan sejumlah langkah lain tengah diambil. Secara umum, jika ini tidak merugikan kita, maka kita dapat berpikir (saya tidak mengatakan bahwa ini perlu dilakukan besok, tetapi kita harus berpikir) tentang pembatasan tertentu pada pasokan ke pasar luar negeri, tidak hanya untuk barang-barang yang saya sebutkan, tetapi juga beberapa barang lainnya," katanya.
"Saya pikir rekan-rekan saya di pemerintah memahami betul pentingnya jenis bahan baku Rusia yang saya sebutkan ini. Ini yang terlintas dalam pikiran saya: uranium, titanium, nikel. Tetapi ada juga yang lain," katanya.
Baca Juga: Uni Eropa Menderita Kehilangan Energi Rusia, Mantan Bos Bank Sentral Buka Suara
Sementara itu, kemungkinan pembatasan ekspor nikel dari Rusia, yang menyediakan sekitar 20% dari ekspor logam ini di dunia, dapat menyebabkan kekurangan dan kenaikan harga di pasar global. Hal itu ditegaskan Yaroslav Kabakov, direktur strategi di Finam, kepada TASS.
Lihat Juga :