Kurangi Beban BPJS Kesehatan, NGI Dorong Kesadaran Pentingnya Skrining Dini
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 21:26 WIB
Thalassemia merupakan salah satu beban terbesar bagi BPJS Kesehatan Indonesia. Dengan adanya program skrining dini ini, diharapkan dapat membantu mengurangi beban BPJS Kesehatan. Foto/Dok
JAKARTA - PT Naleya Genomik Indonesia (NGI), Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI), dan Organisasi Perkumpulan Nderek Guru (Ndaru), secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama NGI, Heru Dharmadi Wijaya, Ketua YTI Ruswandi, dan Ketua Umum Nderek Guru Aditya Yusma.
Baca Juga: Bumame dan NGI Kolaborasi Hadirkan Skrining Genetik Embrio di Indonesia
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining dini dan upaya pencegahan thalassemia di Indonesia. Sebagai langkah awal, NGI, YTI, dan Ndaru akan menyelenggarakan program skrining genetik thalassemia gratis bagi anggota YTI dan Ndaru, serta terbuka untuk masyarakat umum. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen NGI untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan thalassemia sejak dini di tanah air.
Baca Juga: Bumame dan NGI Kolaborasi Hadirkan Skrining Genetik Embrio di Indonesia
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining dini dan upaya pencegahan thalassemia di Indonesia. Sebagai langkah awal, NGI, YTI, dan Ndaru akan menyelenggarakan program skrining genetik thalassemia gratis bagi anggota YTI dan Ndaru, serta terbuka untuk masyarakat umum. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen NGI untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan thalassemia sejak dini di tanah air.
Lihat Juga :