Neraca Pembayaran Indonesia Catatkan Surplus USD5,9 Miliar di Kuartal III-2024

Kamis, 21 November 2024 - 11:29 WIB
Neraca transaksi berjalan mencatat penurunan defisit. Pada kuartal III-2024, neraca transaksi berjalan mencatat defisit sebesar USD2,2 miliar (0,6 persen dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit sebesar USD3,2 miliar (0,9 persen dari PDB) pada kuartal II-2024.

"Kinerja neraca transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang nonmigas yang berlanjut, didukung oleh pertumbuhan ekspor nonmigas seiring dengan kenaikan harga komoditas, di tengah impor yang tumbuh lebih tinggi sejalan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik," jelasnya.

Menurutnya defisit neraca jasa menyempit didorong oleh meningkatnya surplus jasa perjalanan seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.Defisit neraca pendapatan primer juga menurun dipengaruhi oleh lebih rendahnya pembayaran imbal hasil investasi kepada investor nonresiden.

Selain itu, peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder yang didorong oleh penerimaan remitansi turut mendukung kinerja neraca transaksi berjalan. Surplus neraca transaksi modal dan finansial berlanjut. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar USD6,6 miliar pada kuartal III-2024, meningkat dibandingkan dengan surplus sebesar USD3,0 miliar pada kuartal II-2024.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan Kembali Ditahan 6%, Begini Penjelasan BI

Investasi langsung membukukan peningkatan surplus, utamanya berasal dari penyertaan modal di sektor industri pengolahan, jasa kesehatan, serta transportasi, pergudangan, dan komunikasi, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional yang tetap terjaga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!